10 Persen PAUD di Sumbawa Belum Laporkan Penggunaan BOP Tahap I

Bagikan berita

Samotamedia.com – Laporan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) tahap pertama tahun 2020 belum rampung 100 persen.

Dari 554 lembaga penerima, tersisa 10 persen yang belum melaporkan penggunaan BOP tahap I ke Dikbud Sumbawa. Padahal SPJ harus tuntas 15 Juli lalu.

”Sudah 90 persen yang sudah serahkan SPJ, sisanya tinggal 10 persen saja,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, melalui Kasi Kelembagaan, Sarana dan Prasana PAUD/PNF, Sulaiman, SPd, Rabu (5/8/2020).

Awalnya, SPJ harus tuntas bulan Juni lalu. Karena pencairan BOP tahap I telat, Dikbud sebagai tim verifikator SPJ BOP PUAD mengambil kebijakan memperpanjang waktu pernyerahan SPJ hingga 15 Juli. Namun demikian, masih ada juga lembaga yang belum memasukkan SPJ sampai saat ini.

Baca juga:  Seleksi Calon Kepala Sekolah, Dikbud Sumbawa Kirim Data 50 Guru

Dikbud masih menelusuri penyebab keterlambatan tersebut. Apakah murni karena kelalaian lembaga atau ada penyebab lain.

Jika terbukti lalai, kata dia, lembaga bersangkutan akan diberi sanksi. Namun sanksi seperti apa, Eman akan berkoordinasi dengan Kabid Pembinaan PAUD dan Kadis Dikbud.

”Apakah karena memang lembaganya yang lalai, atau karena pengiriman barang oleh perusahaan terjadi keterlambatan akibat pandemi Covid-19. Ini yang masih kita telusuri. Kalau memang lembaganya yang lalai, tentu ada sanksi. Tapi kalau keterlambatan ini akibat dari pengiriman barang dari pihak perusahaan, masih kita tolelir,” ujarnya.

Eman berharap penyerahan SPJ bisa rampung bulan ini. Karena BOP tahap kedua disalurkan awal September mendatang.

Berdasarkan hasil monitoring Dikbud, dana BOP PAUD tahap pertama telah digunakan dengan baik. Sesuai kebutuhan yang tertera dalam RKAS. Bahkan sebagian dana juga diarahkan untuk penanganan Covid-19.

Baca juga:  Asyik, BOP PAUD Tahap Pertama Cair

Pada pencairan tahap kedua nanti, lembaga penerima diharapkan dapat menyediakan sarana pendukung protocol kesehatan lainnya. Seperti alat pengukur suhu tubuh serta alat penyemptotan disinfektan.

”Kalau wadah cuci tangan, masker serta hand sanitizer semua lembaga sudah siap. Cuman itu tadi (alat pengukur suhu tubuh dan semprot disenfektan), masih ada lembaga yang belum sediakan. Nanti, saat pencairan tahap kedua, harus disediakan,” ujarnya.

Untuk diketahui, 554 lembaga PAUD di Kabupaten Sumbawa ditetapkan sebagai penerima BOP PAUD tahun 2020. Dari jumlah tersebut, 547 lembaga swasta, 7 diantaranya berstatus negeri termasuk di dalamnya 1 SKB.

Sementara total dana BOP PAUD tahun ini sebesar Rp14,7 Miliar. Untuk tahap pertama dana yang disalurkan sebesar Rp 7,2 Miliar lebih. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...