11 SMP di Sumbawa Mulai Terapkan Lima Hari Sekolah

Bagikan berita

SUMBAWA, Samotamedia.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa telah menerapkan sistem lima hari sekolah mulai tahun pelajaran baru 2022-2023 kemarin.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dikbud Sumbawa, Abdul Azis membenarkan hal itu. Menurutnya ada 11 SMP di Sumbawa yang telah menerapkan lima hari sekolah. Yakni SMPN 1 Sumbawa, SMPN 2 Sumbawa dan SMPN 3 Sumbawa.

Kemudian SMPN 1 Unter Iwes, SMPN 1 Plampang, SMPN 1 Empang, SMPN 2 Labuhan Badas, SMPN 1 Utan, SMPN 1 Alat, SMPN 1 Alas Barat dan SMP IT Samawa Cendekia.

”Awalnya hanya diterapkan di beberapa sekolah saja untuk uji coba. Ternyata ada sekolah lain juga yang mau ikut,” terangnya.

Dasar penerapan lima hari sekolah yaitu Permendikbud nomor 23 tahun 2017 tetang hari sekolah. Dengan sistem lima hari sekolah, siswa hanya masuk sekolah dari Senin sampai Jumat.

Siswa mulai masuk mulai pukul 07.30 dan pulangnya paling lama pukul 16.00. Waktu keluar main masih tetap dua kali. Perbedaan hanya pada durasi waktu. Keluar main siswa pada lima hari sekolah sedikit lebih lama dari enam hari sekolah.

Meski sekolah lima hari, tak berarti siswa menjalani peroses belajar mengajar full. Menurtnya lima hari sekolah lebih kepada penguatan pendidikan karakter.

Karenanya, ada beberapa kegiatan keagamaan yang menjadi prioritas sekolah untuk diterapkan. Seperti sholat duha, sholat dzuhur dan sholat ashar berjamaah di sekolah.

Selain itu sekolah juga dianjurkan membuat program tahfiz, dimana siswa diwajibkan menghafal Al-Quran minimal dua juz selama menempuh pendidikan di sekolah bersangkutan.

”Itu kita harap jadi syarat kelulusan dan itu dimasukkan dalam kurikulum operasional satuan pendidikan,” katanya.

Lima hari sekolah telah berjalan 15 hari sejak mulai diterapkan 11 Juli 2022 lalu. Azis mengklaim sejauh ini tidak ada masalah, semua berjalan sesuai rencana.

Bila nantinya ada kekurangan, lanjutnya, hal itu akan menjadi bahan evaluasi Dikbud. Menurutnya penyempurnaan akan terus dilakukan hingga akhirnya lima hari sekolah dapat diterapkan secara masif.

”Satu semester kita evaluasi. Ketika terjadi kekurangan kita coba benahi kembali. Sementara ini tidak ada keluhan. Berjalan lancar,” tandasnya. (Jho)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...