6 Murid SMKN 1 Lopok Saat Ini di Benoa Bali, Rencana Dipulangkan Hari Ini

Bagikan berita

SUMBAWA – Murid SMKN 1 Lopok yang sempat dikabarkan terjebak di Merauke saat Prakerin, saat ini sudah berada di Benoa Bali. Kondisi mereka dalam keadaan sehat, dan rencana hari ini akan dipulangkan ke Sumbawa.

Kepala SMKN 1 Lopok, Jayadi, S.Pd.,M.Pd kepada Samota Media menyampaikan bahwa keenam muridnya itu tengah menyelesaikan berbagai administrasi prakerin. Jika administrasi selesai hari ini, mereka langsung dipulangkan. Sebaliknya jika tidak, pemulangan rencana dilakukan Kamis (18/6/2020).

”Kalo gak bisa selesai hari ini besok baru meluncur ke Sumbawa. Tergantung bongkar muat pak. Nanti saya info kalau sudah final,” kata Jayadi melalui pesan singkat Whatsapp, Rabu (17/6/2020).

Menurutnya, kondisi terkini enam siswanya itu dalam keadaan baik dan sehat. ”Kondisi mereka baik dan sehat. Sekarang lagi kegiatan terkahir bongkar hasil. Bongkar hasil tangkapan,” terangnya.

Sebagaimana diberitakan, 6 murid SMKN 1 Lopok sempat hilang kontak saat menjalani masa prakerin. Para siswa itu dikabarkan ‘terjebak’ di Merauke, Papua.

Baca juga:  Kepincut Korban Sejak Gadis, Berusaha Diperkosa Setelah Menjanda
Daftar keenam siswa

Sebelumnya para siswa itu diikutkan Prakerin selama 6 bulan, terhitung sejak 7 Oktober 2019 hingga 7 April 2020. Mereka mengikuti Prakerin di KM Bandar Nelayan (Kapal nelayan penangkap ikan) milik CV Sudiwa Utama di Bali.

Namun hingga berakhirnya masa Prakerin, para siswa tersebut belum dipulangkan. Pihak sekolah sudah berupaya maksimal termasuk dua kali menyurati pihak perusahaan.

Tak hanya itu pihak sekolah juga mengutus guru ke Bali untuk mencari informasi keberadaan pasti para siswa tersebut. Sebelumnya dua hari setelah Lebaran Idul Fitri 1441 H, para siswa ini sempat berkomunikasi dengan orang tuanya. Mereka dalam keadaan baik dan sehat.

Namun dalam perjalanan waktu, tidak ada kabar lagi. Sehingga pihak sekolah mencari informasi melalui bagian radio di Badas Sumbawa dan dari perusahaan.

Baca juga:  SMPN 1 Sumbawa Raih Perunggu di Ajang Kompetisi Matematika Internasional

Diperoleh informasi, para siswa saat itu berada di Perairan Sumba, NTT. Kondisi di perairan saat itu dikabarkan ekstrim. Meski demikian, sekolah masih menganggap informasi itu belum valid. Untuk itu sekolah kembali mengutus guru ke Bali, dan baru tiba Senin (8/6/2020).

Kondisi itu sempat mengundang reaksi wali murid hingga berujung dengan penyegelan sekolah, Senin (8/6/2020). Namun penyegelan tak berlangsung lama.

Ini berkat mediasi yang dilakukan Kapolsek Lape, AKP I Made Surana dan Danramil Kapten Inf Amdatullah setempat yang dihadiri Kepala Cabang Dikbud Provinsi NTB dan Kepala SMKN 1 Lopok serta orang tua murid dan komite Sekolah.

Penyegelan tersebut berlangsung dari pukul 09.30 dan berakhir pukul 12.30 Wita. Orang tua murid membuka segel untuk kelancaran aktivitas pendidikan. (red)

Baca juga: PPDB SMK Berjalan Lancar, Sekolah Tetap Taat Protokol Covid-19

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

berita terkait

Cari Berita Lain...