69 Calon Guru Penggerak Ikuti Lokakarya-7, Pemda Sumbawa Dukung Penuh

Bagikan berita

SUMBAWA, Samotamedia.com – Sebanyak 69 Calon Guru Penggerak (CGP) di Kabupaten Sumbawa mengikuti lokakarya 7 Pendidikan Guru Penggerak (PGP) angkatan 2. Kegiatan dipusatkan di dua titik, di Hotel Grand Samawa dan Hotel Transit.

”Total 69 Calon Guru Penggerak, di sini (Grand Samawa) diikuti 35 dan di Hotel Transit diikuti 34 orang,” ungkap Kordinator Publikasi Data dan Informasi PPPPTK PKN dan IPS, Ditjen GTK Kemdikbud Ristek, M Toni Satria Dugananda saat membuka Lokakarya 7 di Hotel Grand Samawa, Sabtu 13 November 2021.

Dikatakannya, lokakarya ini merupakan rangkaian kegiatan bagi para CGP untuk menunjukkan aksi nyata dan implementasi yang telah dilakukan selama mengikuti Program Guru Penggerak di angkatan 2. Para calon guru penggerak akan mengikuti pelatihan selama 9 bulan baik secara daring maupun Luring.

Saat ini Ini calon guru penggerak telah menyelesaikan tiga modul selama 6 bulan. Bahkan, berbagai karya nyata serta pembelajaran telah mereka ikuti dan diimplementasikan. Mulai dari pembelajaran filosofi Ki Hajar Dewantara, pembelajaran terpusat pada siswa hingga pembelajaran berdeferensiasi.

”Pada lokakarya 7 Ini calon guru penggerak akan menunjukkan kepada kita semua perjalanan yang telah mereka lakukan selama pelatihan sekaligus juga berbagai program berkelanjutan dari pelatihan PGP ini,” kata Toni

Program-program inovatif dan kreatif itu diharapkan dapat menggerakkan ekosistem belajar baik di sekolah maupun di lingkungan belajar sekitar. Mereka juga diharapkan mampu membangkitkan kesadaran dan pelaku pendidikan untuk berkolaborasi dalam memajukan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumbawa.

”Kami sampaikan kepada Bapak Bupati, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa bahwa calon guru penggerak ini merupakan guru-guru yang memiliki potensi yang berkompeten yang luar biasa yang dapat berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk mengelola dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumbawa,” harapnya.

”Semoga kegiatan lokakarya 7 pendidikan guru penggerak angkatan 2 Ini bisa memberikan makna yang mendalam bagi kita semua dan dapat menambah wawasan kita serta dapat memperkuat kolaborasi kita untuk bersama-sama memajukan pendidikan di Kabupaten Sumbawa,” imbuhnya.

Sementara Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah dalam sambutannya mengapresiasi dan mendukung penuh program pendidikan guru penggerak yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek, sebagai ikhtiar untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan para guru.

Menurut Bupati, apa yang diharapkan dalam program guru penggerak seleras dan terakomodir dalam peraturan Bupati Sumbawa Nomor 33 tahun 2021 tentang Pendidikan Karakter yang telah dilaunching pada tanggal 4 oktober yang lalu.

”Ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk membangkitkan kembali nilai-nilai luhur budaya daerah sumbawa, yaitu Takit Ko Nene Kangila Boat Lenge,” ujar Bupati.

Bupati berkeyakinan, dengan adanya Perbub Pendidikan Karakter ini dapat memberikan pedoman bagi satuan pendidikan sebagai sarana pembentukan sikap, pikiran dan perilaku positif peserta didik. Mari jaga komitmen guru di lapangan dalam meningkatkan pendidikan di Kabupaten Sumbawa, demi Tau dan Tana Samawa,” pungkasnya.

Terpisah, Wakil Bupati Sumbawa Dewi Noviany menyampaikan, program lokakarya ini sejatinya merupakan upaya dalam mencerdaskan anak bangsa. Pemerintah daerah sangat mensupport kegiatan ini, dan ke depan akan bersinergi dengan guru penggerak untuk menciptakan generasi Sumbawa yang gemilang dan berkeadaban, tegasnya.

”Saya merasa bersyukur, apa yang diharapkan dalam program Guru Penggerak ini, selaras dan terakomodir dalam Peraturan Bupati Sumbawa Nomor 33 Tahun 2021, tentang Pendidikan Karakter yang telah dilaunching 4 Oktober lalu,” ungkap Novi.

Dikatakan, semua siswa wajib mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan, terutama anak-anak yang berada di daerah pelosok. Ia berharap, para guru mesti ikhlas dan berjiwa sosial dalam melaksanakan tugas, dimanapun ditempatkan.

Selain mengajar, guru harus menjadi contoh dan suritauladan yang baik bagi anak didiknya. “Guru harus berinovasi dan berkreasi agar para siswa tidak bosan dalam belajar,” tandasnya. (Jho)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...