Ada Indikasi Pelaku Pemerkosaan di Samota Residivis Penganiayaan 2007

Bagikan berita

Samotamedia.com – Teka-teki kasus pemerkosaan siswi di kawasan Samota pada 12 Juni lalu mulai terurai. Berdasarkan sketsa wajah, ada indikasi salah satu pelaku adalah residivis kasus tindak pidana penganiayaan tahun 2007.

Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra, S.IK didampingi Kasat Reskrim IPTU Akmal Novian Reza, SIK Rabu ( 1/7/2020) menyebutkan, sketsa wajah disinyalir ada kemiripan dengan pelaku penganiayaan tahun 2007. Untuk memastikan hal itu, pihaknya sedang melakukan pencocokan.

Kapolres mengungkapkan, gambar sektsa wajah telah tersebar luas. Sketsa dengan kemiripan 70 persen itu terpasang di sejumlah titik strategis, termasuk di pelabuhan. Sehingga kecil peluang bagi terduga pelaku untuk melarikan diri ke luar daerah.

Meski telah beredar luas, namun sejauh ini pihak kepolisian belum mendapatkan informasi terkait keberadaan terduga pelaku. “Namun saat ini belum ada informasi yang masuk, kemungkinan pelaku masih ada di sekitar pulau Sumbawa ini,” ujarnya.

Baca juga:  Polisi Amankan Kakak Ipar Bocah 10 Tahun yang Meninggal Diduga Diperkosa

Oleh karenanya, Kapolres berharap agar masyarakat dapat bekerjasama. Jika melihat orang mirip dengan sketsa wajah terduga pelaku agar tak sungkan untuk melaporkan hal itu ke pihak kepolisian.

Untuk diketahui, kasus pemerkosaan ini menimpa siswi SMA di Kabupaten Sumbawa, Jumat siang. Berawal ketika korban bersama kekasihnya duduk di pesisir Pantai Samota.

Seorang penjaga kebun mendatangi keduanya untuk menanyakan apakah mereka memiliki handphone atau tidak. Setelah korban memjawab dengan mengaku tidak memilikinya, tak berselang lama muncul dua orang pria dari balik batu karang menghampiri korban.

Kepada korban dan kekasihnya, keduanya mengaku sebagai aparat. Kemudian meminta penjaga kebun menyerahkan keduanya kepada mereka untuk diproses. Penjaga kebun itupun meninggalkan korban dan kekasihnya.

Lalu keduanya dibawa agak menjauh dari lokasi semula. Saat itulah, pelaku meminta YD, kekasih korban untuk melepas semua pakaian yang dikenakan. Kemudian pakaian ini digunakan pelaku untuk mengikat YD lalu dipisahkan dengan korban.

Baca juga:  Polres Sumbawa Sita 100 Liter Miras Oplosan

Sementara pelaku lainnya mengancam korban menggunakan parang. Karena takut, korban hanya bisa pasrah. Pelaku itu kemudian membuka celana korban secara paksa, setelah itu memperkosa korban.

Setelah usai, muncul pelaku lainnya yang sebelum membawa kekasih korban menjauh dari korban. Pelaku inipun bergantian memperkosa korban, sedangkan rekan pelaku juga bergantian menjaga kekasih korban yang berada di laut. Selanjutnya korban dan kekasihnya dibawa kembali ke lokasi semula, lalu ditinggalkan.

Dua hari berselang, kasus pemerkosaan inipun diketahui ibu korban yang curiga melihat anaknya menangis dan trauma. Kepada ibunya, korban berterus terang. Tentu saja ibunya kaget dan langsung menyampaikan kepada ayah korban. Pagi itu juga, kasus tersebut dilaporkan ke Polres Sumbawa. (cr-abi)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...