Anggota FPKS Minta Insentif Tenaga Medis Covid-19 Segera Dicairkan

Bagikan berita

SUMBAWA – Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indra Diawan angkat bicara terkait lambannya pencairan insentif tenaga medis yang menangani pasien Covid-19.

”Para medis hanya menerima informasi bahwa ada insentif selain dari gaji pokok mereka bertugas. Tapi dari awal pendemi Covid-19 mereka belum melihat rupa dari yang namanya insentif,” ujar Indra.

Diungkapkannya, pemerintah dalam hal ini, selain pemberian insentif terhadap tenaga medis, juga telah menyiapkan Standar Pembiayaan Pasien Virus Corona.

Indra Diawan

Kementerian Keuangan juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menetapkan standar biaya penanganan pasien positif virus corona jenis baru ini. Bahkan, seluruh biaya dalam proses penanganan pasien Covid-19 juga akan ditanggung pemerintah.

Baca juga:  Talif-Sudir Optimis Menangkan Pilkada Sumbawa

“Menteri Kesehatan sudah usulkan standar biaya secara lengkap, komprehensif mulai dari perawatan, dokter. Sampai kalau ada yang mengalami musibah kematian, semua dibuat standar biaya. Dan yang diusulkan Menkes sudah disetujui Menteri Keuangan,” ungkapnya.

Demikian halnya dalam proses pembayaran tagihan perawatan pasien corona kepada rumah sakit.

Kementerian Keuangan, lanjut Indra, melibatkan BPJS Kesehatan untuk proses verifikasi data pasien. Mekanismenya, dari pihak rumah sakit mengonsolidasikan total biaya sesuai dengan skema pembiayaan yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan. Kemudian mengusulkannya ke BPJS Kesehatan.

Indra menyebut, pemerintah pusat akan memberikan insentif untuk dokter spesialis sebesar Rp 15 juta, dokter umum/dokter gigi Rp 10 juta, bidan atau perawat Rp 7,5 juta, dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta.

Baca juga:  Murid SMKN 3 Sumbawa Dapat Beasiswa dari BSM

Sementara santunan kematian bagi tenaga medis yang meninggal karena tertular Corona mencapai Rp300 juta. Oleh karenanya, Fraksi PKS meminta kepada pemerintah melalui Tim gugus tugas penagganan Covid-19 atau pihak terkait untuk segera memproses percepatan pemberian insentif tersebut.

”Karena mereka juga sangat membutuhkan insentif tersebut di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu ini dan ditambah dengan beban ekonomi yang tidak stabil,” ujar Indra. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...