Antisipasi Dampak Corona, 165 Murid Pra Sejahtera di SMAN 2 Sumbawa akan Diberikan Bantuan

Bagikan berita

SUMBAWA – Dampak wabah virus corona jenis baru mulai terasa. Terutama di kalangan orang tua pelajar dengan latarbelakang ekonomi lemah. Kondisi itu memacu pihak SMAN 2 Sumbawa untuk melakukan langkah antisipasi. Dengan memberikan bantuan kepada murid pra sejahtera.

Rencana itu mengemuka dalam rapat komite sekolah dengan pihak sekolah, yang digelar pada Sabtu (11/4). Rencananya, Bantuan sosial (Bansos) itu akan diberikan dalam waktu dekat.

Ketua Komite Sekolah, Zulkarnaen ST., MT mengatakan, dampak sosial ekonomi wabah Covid-19 ini harus diantisipasi oleh semua pihak. Tidak hanya pemerintah, melainkan juga oleh satuan pendidikan.

Ini yang menjadi dasar salah satu SMA vaforit di Sumbawa ini ikut berperan dan berkonstribusi sebagai respon atas kondisi tersebut.

Baca juga:  SD Filial Bukit Tinggi, Sekolah Mungil Full Bambu di Puncak Batulanteh Sumbawa

Dia mengaku apresiatif dengan program antisipatif pihak sekolah dalam menghadapi dampak corona. Mulai dengan mengalokasikan anggaran untuk keberlangsungan kegiatan belajar mengajar hingga menyiapkan masker dan handsanitizer secara internal.

”Kami tidak ingin wabah corona ini membuat proses belajar mengajar terhenti, harus terus berlangsung meski pun melalui sistem online. Bagi siswa yang tidak mampu perlu diintervensi melalui bantuan-bantuan dan hal lainnya,” kata Naen, diiyakan Sekretaris Komite, Zainuddin SE.

Dia berharap, program semacam ini dilakukan oleh semua sekolah di Sumbawa. Mengingat wabah Virus Corona ini tidak hanya berdampak bagi kesehatan masyarakat tapi juga dalam kehidupan social dan ekonomi. ”Kami ingin perhatian kepada siswa ini berawal dari SMA Negeri 2 Sumbawa dan berharap dapat diikuti oleh sekolah-sekolah lainnya,” harap Naen.

Baca juga:  Guru PPPK Diharapkan Bisa Genjot Kualitas Pendidikan di Sumbawa

Kepala SMA Negeri 2 Sumbawa, Sahyuddin, S.Pd., MA.TESOL, menyambut positif usulan komite sekolah. Usulan ini akan direalisasikan dalam waktu dekat. Sahyuddin menyebut, sekitar 165 siswa di sekolahnya tergolong pra sejahtera.

Selama ini ratusan siswa tersebut telah dibebaskan dari pembayaran dana BPP. Dia menghimbau agar siswanya patuh terhadap himbauan pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid.

”Jangan keluar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak, melakukan social distancing, mencuci tangan mengguna sabun, menjaga kesehatan dan berprilaku hidup sehat,” katanya.

Di samping itu Kepsek juga mengingatkan agar siswa tekun belajar dan tetap melaksanakan tugas-tugas yang diberikan guru meski dalam kondisi dirumahkan. (jho)

Bagikan berita

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...