Aplikasi Kemensos Lemah, Sebabkan Data Ganda BST Cenderung Tak Tepat Sasaran

Bagikan berita

SUMBAWA – Masih banyak ditemukan data ganda bahkan cenderung tak tepat sasaran dalam penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi warga terdampak Covid-19. Kondisi ini disebabkan oleh banyak hal. Mulai dari lemahnya sistim verifikasi di tingkat desa hingga lemahnya sistem aplikasi di tingkat pusat.

Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Mirajuddin, ST kepada Samota Media mengatakan, ada sekitar 70 desa yang sempat mengadukan masalah ini ke Disos. Setelah dilakukan perbaikan, sebagian besar sudah clear namun sebagian kecil masih terjadi.

Menurutnya, semua data penerima manfaat dilimpahkan ke desa untuk diverifikasi agar tidak terjadi data ganda. Baik dalam KK yang sama diterima oleh dua orang atau lebih, maupun adanya masyarakat yang sama yang menerima lebih dari satu jenis Bansos.

Dari hasil verifikasi desa maupun kelurahan itu, lanjutnya, diusulkan kembali ke pusat. Namun yang menjadi masalah, tidak sepenuhnya data yang keluar itu sesuai dengan usulan desa atau kelurahan. Sampai saat ini Disos pun masih belum mengetahui penyebab ditolaknya data usulan dari desa itu. Parahnya lagi dari Kementerian pun tak ada konfirmasi atas penolakan itu.

”Verifikasi yang dilakukan oleh desa atau kelurahan itu harus kita usulkan lagi kementerian melalui aplikasi. Inilah yang menjadi permasalahan, diaplikasi itu juga. Kami tidak tau mengapa ditolak oleh aplikasi kementerian. Kami coba cek perbaiki cara penulisan, pengetikan dan NIK juga diperbaiki dan tetap ditolak. Tapi tidak ada informasi kenapa harus ditolak,” ujar Kabid.

Baca juga:  Yatim Piatu Ini Tinggal dan Dirawat Neneknya yang Miskin

Tak sampai di situ masalahnya. Disos juga melakukan perbaikan data dengan cara menghapus data bermasalah. Itu pun lagi-lagi menuai kendala sistem. Karena tidak semua data yang ingin dihapus itu bisa terhapus 100 persen. Parahnya lagi, data pengganti yang keluar juga tak sesuai dengan jumlah data yang terhapus.

”Misalnya 1000 (Dihapus) Paling-paling yang yang bisa terhapus itu 750 yang 250 itu kita tidak tahu mengapa tidak terhapus. Kita ajukan dari Desa-desa yang terhapus itu, tidak semua itu terkaper. Kami juga tidak tahu,” ujarnya lagi tak habis pikir.

Kondisi ini berpotensi menyebabkan pengurangan kuota. Sebagai langkah antisipasi, Disos meminta desa untuk mengajukan data usulan lebih dari jumlah data yang dihapus itu. Misalnya, data yang dihapus 10, yang usulkan dua kali lipat. Sebagai cadangan.

”Strategi kami, kami minta desa yang sudah terhapus datanya dilebihkan penganti atau pengusulannya. Katakanlah Desa Batu Tering misalnya. Dia diusulkan untuk dihapus 10 pengantinya kami minta 20. Ketika nanti ditolak ada cadangan. Inilah yang kita lakukan,” terang Kabid.

Baca juga:  BUMDes di Sumbawa Ungkap Modus Dugaan Pemerasan Oleh Oknum Pengawas

Namun usulan lebih sebagai cadangan itu cenderung salah dimengerti oleh sejumlah kepala desa. ”Dikira itu tambahan,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi pebih lanjut, Disos telah berkordinasi dengan PT POS. Ketika ditemukan data ganda, tidak boleh disalurkan melainkan harus dilakukan pengembalian.

Sebagaimana diberitakan Samota Media, data ganda ini terjadi di sejumlah desa. Salah satunya di Desa Batu Bulan. Sebanyak 7 KK penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos di desa tersebut terpaksa harus melakukan pengembalian.

Pasalnya, data mereka ganda. Lima diantaranya tercatat sebagai penerima bantuan pada Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Gemilang dari Pemerintah Provinsi NTB, dan 2 lainnya telah terima pada BST tahap pertama.

Kades setempat mengaku tak habis pikir. Padahal sebelum penetapan KPM, pihak desa diberikan data calon penerima untuk diverifikasi yang doubel data dalam 1 KK.

”Nama-nama itu sudah diganti dengan KK lain. Namun data penerima yang keluar justru tidak ada perubahan dengan hasil verifikasi pihak desa tetap turun data yang doubel,” ujar Kades Batu Bulan, Yunus Syupriadi Bakri belum lama ini. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...