Asyik, BOP PAUD Tahap Pertama Cair

Bagikan berita

SUMBAWA – Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) tahap pertama mulai disalurkan. Totalnya mencapai 7,2 Miliar atau 50 persen dari total BOP Rp14,5 miliar.

Lembaga penerima manfaat sudah bisa menikmati anggaran yang bersumber dari APBN itu sejak Selasa, (5/5/2020).

”Alhamdulillah, BOP PAUD tahap pertamanya sudah dapat dicairkan,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, melalui Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasana PAUD/PNF Bidang PAUD/PNF, Sulaiman, SPd.

Eman menuturkan, semula jumlah BOP tembus Rp 14,7 miliar. Atas keputusan Menteri Keuangan dikurangi Rp68 juta, sehingga total Rp 14,5 miliar. Keputusan tersebut berdampak terhadap jumlah lembaga penerima.

Berdasarkan SK Bupati Sumbawa No. 746 tanggal 28 April 2020, atas perubahan SK No. 542 tanggal 16 Maret 2020, ada dua lembaga yang dicoret sebagai penerima.

Baca juga:  Tatap Muka New Normal Dimulai 1 Oktober

”Kalau SK Bupati Sumbawa, yang pertama ada 547 lembaga yang ditetapkan sebagai penerima. Setelah ada perubahan SK, lembaga penerimanya kini tinggal 545. Itu belum termasuk TK Negeri,” ujarnya.

Dijelaskan, pencairan BOP PAUD dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama terhitung dari bulan Januari hingga Juni 2020. Masing-masing tahap, dana yang dicairkan sebesar 50 persen dari total dana.

Setiap lembaga, lanjutnya, menerima dengan jumlah bervariasi, tergantung jumlah peserta didik. Mulai dari Rp 8,4 juta per lembaga hingga Rp 69 juta Per lembaga.

”Makin banyak peserta didiknya, maka makin besar pula bantuan yang didapat oleh lembaga. Lembaga penerima tahun ini, ada yang baru dan ada juga yang lama. Tapi mayoritas lembaga lama yang diberikan bantuan. Tahun ini pencairannya agak cepat. Biasanya bulan Juni atau Juli baru cair,” tandasnya.

Baca juga:  Dikbud Sumbawa Dorong Sekolah Siapkan Landasan BDR

BOP PAUD Bisa Untuk Penanganan Covid-19

Selain digunakan untuk operasional, dana BOP PAUD tahun ini juga dapat diarahkan untuk penanganan pencegahan Covid-19. Seperti untuk pengadaan tempat cuci tangan, termasuk melakukan penyemprotan disenfektan.

”Untuk penanganan Covid-19, anggarannya tergantung kebutuhan masing-maisng lembaga,” terangnya.

Eman berharap, BOP dapat dimanfaatkan dengan baik untuk peningkatan mutu dan kualitas pendidikan.

”Semoga kemajuan dan perkembangan peserta didik kita semakin lebih baik lagi, dengan adanya BOP PAUD ini,” harapnya. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...