Bantu Korban Banjir Luwu Utara, DKR Pramuka Sumbawa Galang Dana

Bagikan berita

Samotamedia.com – Dewan Kerja Ranting (DKR) Pramuka Kecamatan Sumbawa turun ke jalan. Mereka menggalang dana untuk para korban banjir bandang Masamba Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Dalam aksi solidaritas tersebut, anggota pramuka penegak dari berbagai SMA/SMK itu menyasar sejumlah titik. Mulai dari perempatan lampu merah hingga kawasan wisata.

Kordinator Lapangan, M. Hasim Maulana mengatakan, belasan personil diterjunkan dalam aksi mulia ini. ”Ada 19 anggota turun langsung ke lapangan untuk lakukan aksi galang dana,” kata siswa SMAN 1 Sumbawa ini.

Menurutnya, kegiatan berlangsung selama 2 hari. Yakni Selasa (20/7/2020) hingga Rabu (21/7/2020). Setiap harinya, tim beraksi dari pukul 15:00 hingga pukul 17:30 Wita.

Kegitan itu dipusatkan di sejumlah titik di wilayah Kota Sumbawa. Mulai dari perempatan lampu merah Lapangan Pahlawan, Simpang Karaci hingga pantai Jempol.

Hingga kegiatan berakhir, dana terkumpul sejumlah Rp2.903.500. ”Galang dana itu bertujuan untuk membantu saudara-saudara kita, korban bencana alam di Masamba Kabupaten Luwu Utara,” pungkasnya.

Untuk diketahui, banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan terjadi pada 13 Juli 2020 lalu. Banjir tersebut menimbulkan banyak korban.

Berdasarkan data Kamis (23/7/2020) yang dihimpun samotamedia.com, setidaknya masih ada 5 jenazah korban meninggal dunia yang belum teridentifikasi. Secara keseluruhan, polisi sudah menemukan 39 jenazah yang merupakan korban dari banjir bandang tersebut.

Adapun korban jiwa sebanyak 34 orang yang sudah teridentifikasi dan 5 orang yang belum teridentifikasi.

Selain korban jiwa, terdapat setidaknya 19 orang lain yang mengalami luka-luka akibat diterjang banjir. Masih ada 67 orang lain yang hilang dan dalam tahap pencarian oleh tim gabungan di lapangan.

Adapun kerugian material akibat Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor diperkirakan Rp50 miliar.

Selain itu, ada sejumlah fasilitas ibadah, kantor Kormail, Bawaslu, dan pusat-pusat pertokoan, serta rumah penduduk yang juga ikut terdampak banjir bandang. Terdiri dari fasilitas pendidikan 9 unit, rumah penduduk 4.202 unit, fasilitas kesehatan 3 unit, kantor pemerintahan 8 unit. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...

IKLAN