Bantuan Tertahan di Orong Telu, FK2D: Pemda Harus Pikirkan Solusi Distribusi

Bagikan berita

SUMBAWA,Samotamedia.com – Tertahannya bantuan untuk para korban kebakaran Baturotok di posko transit di Orong Telu membuat Pengurus Forum Komunikasi Kepala Desa (FK2D) Kabupaten Sumbawa angkat bicara.

Ketua FK2D, Musykil Hartsah meminta kepada Pemda agar tak hanya fokus penggalangan. Tapi juga harus memikirkan solusi pendistribusian bantuan hingga ke lokasi.

Berdasarkan hasil kordinasi pengurus FK2D dengan Kepala Desa Sebeok Kecamatan Orong Telu, bantuan dari warga terlihat numpuk di Kantor Camat. Pengiriman ke lokasi terkendala biaya.

Ongkos pengiriman dari Orong Telu ke Batu Rotok menelan biaya dari Rp3 juta hingga Rp3,5 juta per truk. Mahalnya biaya tak lepas dari kondisi jalan yang rusak parah. Tak jarang kendaraan pengangkut barang rusak di jalan.

”Hasil kordinasi dengan Kades Sebeok, banyak bantuan tertahan dan mangkrak di Orong Telu belum terdistribusi. Sampai saat ini bantuan masih tertahan di sana. Sulit pengiriman, karena biaya pengiriman 3 juta sampai 3.500.000 per truk,” ujarnya.

Baca juga:  Distribusi Tuntas, Logistik Pilkada Telah Sampai di Semua TPS

Kondisi ini harus menjadi perhatian semua pihak. Dalam hal ini Pemda diharapkan untuk tidak hanya fokus penggalangan. Tapi juga memikirkan solusi pengiriman bantun ke lokasi.

”Ini sebagai bahan kajian, dan fokus Pemda saat ini. Jangan hanya fokus penggalangan, tapi distribusi bantuan dari posko transit. Mengkin bisa kerjasama dengan TNI, Polri maupun lembaga lain yang punya kendaan yang bisa akses ke TKP,” katanya.

Kondisi itu dibenarkan oleh Ketua Posko Orong Telu, Ardiyansyah. Menurutnya, bantuan yang belum bisa terdistribusi adalah bantuan dari masyarakat.

Menurutnya, bantuan hanya sekedar diantar ke posko tanpa ada biaya pengiriman. Sementara biaya pengiriman dari Orong Telu ke Baturotok relative mahal. Tembus hingga Rp3,5 juta per truk. Dengan kafasitas muatan 5 ton.

Baca juga:  MUI dan Organisasi Islam Apresiasi Janji Insentif Guru Ngaji Jarot-Mokhlis

Mahalnya biaya disebabkan kondisi jalan yang rusak parah. Tak jarang kendaraan pengakut mengalami kerusakan.

”Dari Orong Telu ke Baturotok tidak bisa (Biaya) dihitung dengan harga standar. Dia harganya 3.500.000 per truk,” kata ketua Posko, yang juga Camat Orong Telu ini via telefon seluler, Senin (9/11/2020).

”Sekali jalan bisa rusak truk. Kemarin aja yang kita bawa dengan pak Bupati, truknya rusak. Yang punya truk perbaiki dengan biaya lima juta lenih beli alat. Karena bawa lima ton,” pungkasnya. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...