Belajar dari Rumah Berlanjut hingga 30 September

Bagikan berita

SUMBAWA,Samotamedia.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa kembali memperpanjang masa Belajar Dari Rumah (DBR) hingga 30 September mendatang.

Hal ini diatur dalam surat edaran nomor 421.2/1516/Dikbud/2020, tertanggal 31 Agustus 2020. ”Ya kita perpanjang lagi (BDR). Dinas Dikbud Sumbawa, tidak mau muncul klaster sekolah,” kata Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, H Sahril, SPd, MPd, Senin (31/8/2020).

SE tersebut diterbitkan berdasarkan Konferensi Pers Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 201/Sipres/AG/VII/2020 dan Perkembangan penyebaran Pandemi Covid-19 di Kabupaten Sumbawa.

Para guru maupun kepala sekolah dilarang untuk bekerja dari sekolah, khususnya yang berada di zona orange Covid-19.

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sumbawa per 30 Agustus 2020, zona orange meliputi Kecamatan Plampang, Lape, Moyo Hilir, Sumbawa, Unter Iwes, Labuhan Badas, Lunyuk, Utan dan Alas Barat. Zona dapat berubah seiring perkembangan positif Covid.

Baca juga:  Dukung Program BDR, Polsub Sektor Badas Sediakan Wifi Gratis

Guru dan kepala sekolah yang berada di zona kuning Covid-19, dapat bekerja dari sekolah dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

Sementara itu, siswa tidak boleh dibebani tuntutan untuk menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas atau kelulusan.

Materi pelajaran BDR diutamakan seperti literasi dan numerasi, pencegahan dan penanggulangan Covid-19, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Kegiatan rekreasional dan aktifitas fisik, spiritual keagamaan, penguatan karakter dan budaya.

Sejalan dengan relaksasi peraturan untuk guru dalam mendukung kesuksesan pembelajaran dimasa pandemi Covid-19, guru tidak lagi diharuskan untuk memenuhi jam mengajar 24 jam pelajaran tatap muka per minggu.

Baca juga:  TKJ dan AKL Vaforit di SMKN 3 Sumbawa

Dengan demikian guru dapat fokus untuk memberikan pelajaran yang lebih interaktif tanpa harus mengejar pemenuhan jam mengajar.

Guru diharapkan dapat terus meningkatkan kapasitasnya dalam melaksanakan pembelajaran yang interaktif dan bermakna, serta sekolah harus memfasilitasi kegiatan belajar-mengajar yang paling tepat.

Orang tua diharapkan dapat aktif berpartisipasi dalam kegiatan proses belajar mengajar di rumah. ”Khusus guru kami minta tetap melaporkan kegiatan BDR nya, supaya tunjangan profesinya tidak ditahan lagi,” pungkasnya. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...