Bendungan Tiu Angat Rusak, Hasil Petani Menurun dari 8 Ton ke 3 Ton

Bagikan berita

SUMBAWA – Bendungan Tiu Angat di Desa Batu Tering saat ini sudah tak berfungsi. Bendungan rusak akibat diterjang banjir pada tahun 2019 lalu. Akibatnya produktifitas hasil pertanian pun menurun drastis.

Berdasarkan hasil pantauan pemerintah Desa Batu Tering, penghasilan petani tahun ini (2020 red) terjun bebas. Sebelumnya penghasilan petani bisa mencapai 7 hingga 8 ton per hektare. ”Tahun ini hanya 3 saja,” ungkap Kepala Desa Batu Tering, Alwan Hidayat, Selasa (6/5/2020).

Menurutnya, rusaknya bendungan tiu angat membuat para petani resah. Sebab sekitar 350 hektare lahan petani bergantung dengan air bendungan tersebut.

”Memang pada tahun lalu sempat dibantu oleh pemerintah kabupaten untuk perbaikan melalui penaganan bantuan bencana alam. Dengan harapan selanjutnya bisa mendapat perhatian serius pada tahun berikutnya,” kata Kades.

Baca juga:  Pemdes Uma Beringin Khawatir dengan Ramainya Pasar Kerato

Atas kondisi yang cukup memperihatinkan itu, Kades berharap agar di tahun anggaran 2021 mendatang bendungan itu bisa ditangani dengan serius oleh pemerintah.

”Keberadaan bendungan tersebut menjadi ruh bagi kesinambungan hidup bagi sebagian besar petani desa Batu Tering,” pungkasnya. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...