Berantas TB, PKBI Sumbawa Rakor dan Validasi Data

Bagikan berita

SUMBAWA, Samotamedia.com – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kabupaten Sumbawa menggelar rapat koordinasi (Rakor) dan validasi data kader komunitas guna menekan kasus Tuberkulosis (TB) di Sumbawa.

Rapat berlangsung di Aula H. Hasan Usman Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (17/3/2022). Dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Puskesmas 10 Kecamatan dan kader program eliminasi TB Sumbawa.

Koordinator Program Eliminasi TB Komunitas SSR PKBI Cabang Sumbawa, Wawan Hermansyah menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk membahas program eliminasi TB agar dapat berjalan maksimal.

Kader-kader TB Komunitas saat ini fokus pada penemuan kasus-kasus baru, penyuluhan dan pendampingan pasien. Namun kendalanya, jumlah pemeriksaan masih rendah dan adanya stigma negatif tentang pasien. Sehingga sejumlah warga tertutup terhadap penyakit yang diderita.

Kendala lain masih kurangnya pemahaman masyarakat bahwa TB sangat bisa disembuhkan. ”Jika ada gejala-gejala seperti batuk, sesak nafas, berkeringat di malam hari tanpa sebab diharapkan segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan terdekat dan pengobatan TB itu bisa diperoleh secara gratis,” terangnya.

Kasus Meningkat

Dalam kegiatan yang diikuti oleh kader komunitas TB Sumbawa ini juga mengupas tuntas mengenai permasalahan yang dihadapi para kader dalam proses investigasi kontak terhadap pasien TB.

Wasor TB Dinas Kesehatan Sumbawa, Taruna Satriadi menerangkan, kader TB memiliki peran penting terutama dalam upaya penemuan, pemberian informasi dan pendampingan pasien TB.

Dalam hal penanganan penyakit TB, kader bertindak sebagai rujukan penderita ke Puskesmas setempat sehingga penemuan dan penanganan serta pengendalian TB dapat cepat dilakukan.

“Dalam proses investigasi kontak terhadap pasien di lapangan memang tidak mudah. Apalagi jika si pasien juga menderita penyakit lainnya,” terang Satria di sela-sela kegiatan.

Disinggung mengenai data kasus pasien TB di Sumbawa, Satria membeberkan bahwa pada tahun 2019-2020 jumlah kasus 347 kasus. Sedangkan tahun 2021 hingga Maret 2022 terjadi peningkatan. Jumlahnya mencapai 494 kasus. Karenanya, sosialisasi harus digencarkan guna menekan kasus.

Menurutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa terus menyediakan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis terhadap masyarakat yang terdeteksi positif TB.

”Kami ada obat gratis yang disediakan di Puskesmas dan RSUD. Silahkan jika ingin melakukan pemeriksaan dan pengobatan untuk TB, ini gratis,” tandasnya. (Red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...