Beroperasi Tanpa Izin, Alfamart dan Indomaret Dinilai Tidak Hargai Pemda

Bagikan berita

SUMBAWA, Samotamedia.com – Maraknya Alfamart dan Indomaret yang beroperasi tanpa izin pemerintah daerah mendapat sorotan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, Berlian Rayes.

Menurutnya, keberadaan toko ritel modern tak berizin harus ditertibkan. Karena mendirikan usaha tanpa izin Pemda sama halnya dengan tidak menghargai keberadaan pemerintah daerah.

“Toko ritel modern ini dia belum urus izin sudah mendirikan bahkan sudah beroperasi. Inikan seolah-olah mereka tidak menghargai Pemda. Makanya perlu kita tertibkan yang begini-begini ini,” ujar Berlian, belum lama ini.

Komisi II baru-baru ini juga telah mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk pemberhentian sementara (moratorium) penerbitan Izin Usaha Toko Swalayan (IUTS).

Hal ini telah disepakati dalam Rapat Konsultasi Komisi II DPRD Sumbawa dengan OPD terkait tentang evaluasi keberadaan toko retail modern di Kabupaten Sumbawa pada Selasa 17 Januari 2023.

Salah satu point rekomendasi ”Meminta kepada pemerintah daerah agar melakukan pemberhentian sementara (moratorium) terhadap penerbitan izin usaha toko swalayan (IUTS) sampai dengan terbitnya perda yang mengatur hal tersebut”.

Baca juga:  Gubernur Beri Motivasi UMKM Hadapi Pandemi COVID-19

Berlian menyebut, alasan moratorium antara lain banyaknya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengeluh lantaran tidak kuat bersaing dengan toko jejaring itu.

“Inikan berdasarkan keresahan dari berbagai macam kelompok usaha kecil menengah, pedang, kios yang merasa tidak berdaya menghadapi persaingan itu,” kata dia.

Selain itu, Alfamart dan Indomaret di Sumbawa juga terkesan tidak ramah produk lokal. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya spes khusus untuk UMKM lokal di toko.

”Di situ (toko) juga harus dicantumkan spes untuk UMKM lokal. Tapi faktanya selama ini saya lihat di Sumbawa tidak diberikan itu oleh toko retail tersebut dan itu sudah ada pelanggaran di situ,” tambah politisi Partai Golkar ini.

Hal senada juga disampaikan Ketua Forum UMKM Kabupaten Sumbawa, Abdul Walid. Dia mengatakan bahwa selama ini tidak ada spes untuk produk lokal UMKM di Alfamart maupun Indomaret.

Baca juga:  Jadwal dan Tahapan Pilkades Serentak Kabupaten Sumbawa 2022

Sementara dari pihak pengusaha sendiri tidak pernah ada komunikasi tekait hal itu dengan forum UMKM. “Kita juga bisa lihat secara langsung karena biasanya kan kalau ada pasti ada tulisan ini untuk UMKM. Tapi itu tidak ada,” tandas Alid.

Seperti diberitakan sebelumnya, Alfamart dan Indomaret di Kabupaten Sumbawa kian menjamur. Data per Desember 2022, jumlahnya mencapai 114 unit. Alfamart 77 dan Indomaret 37.

Ironisnya, keberadaan toko berjejaring itu banyak yang tidak mengantongi Izin Usaha Toko Swalayan (IUTS).

Berdasarkan data di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPSP) Kabupaten Sumbawa jumlahnya Alfamart maupun Indomaret yang tidak memiliki izin usaha sebanyak 16 unit.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPSP), Riki Trisnadi menyebut, tahun 2022 Alfamart mendirikan sebanyak 11 unit baru. Namun tak satu pun yang memiliki IUTS.

Begitu juga dengan Indomaret. Dari 7 unit yang didirikan tahun 2022 hanya dua yang mengantongi IUTS. (Cr-Rrb)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...