Berpotensi Bahaya, Jalan Penghubung Maria-Riamau Dibersihkan

Bagikan berita

BIMA – Pemerintah Desa (Pemdes) Riamau melakukan gotong-royong di jalan penghubung Desa Maria dengan Desa Riamau Kecamatan Wawo, Sabtu (13/2/2021).

Kepala Desa Riamau, Adisan, S.Sos kepada Samota Media mengatakan bahwa kegiatan gotong royong merupakan agenda Pemdes Riamau tiap tahunnya pada musim hujan. ‘

”Ini rutin kami laksanakan setiap musim hujan,” katanya.

Menurut Kades, kondisi jalan penghubung antara Desa Maria dengan Desa Riamau sangatlah tidak bagus untuk dilintasi pada musim hujan.

”Selain dari banyaknya semak – semak yang tumbuh dipinggir jalan, juga banyak lumpur dan bebatuan akibat longsor karena banjir,” ungkapnya.

Diungkapkan oleh Adisan bahwa salah satu penyebab buruknya kondisi jalan adalah gundulnya lahan sekitar jalan karena petani yang menanam jagung.

Baca juga:  Pemdes Batu Bulan Rampungkan Penyaluran BLTDD Tahap II

“Tidak bisa kita salahkan petani juga, karena pertanian jagung merupakan penghasilan terbesar masyarakat di sini,” ujar Alumni STISIP Bima itu.

Kades mengatakan bahwa dengan kondisi seperti itu, perlu dibangun kesadaran bersama masyarakat. Selain dari semangat meningkatkan perekonomian dengan mata pencaharian petani, juga mewujudkan kesadaran merawat jalan sebagai akses perekonomian masyarakat.

”Alhamdulillah, masyarakat Desa Riamau menyadari hal itu, dan gotong – royong ini merupakan langkah mengurangi resiko kecekaan bagi masyarakat pengguna jalan,” ucapnya.

Sementara itu, jalan penghubung kedua desa tersebut merupakan jalan yang melintasi bukit – bukit tinggi, kerap kali terjadinya kecelakaan akibat licinnya jalan.

“Banyak para petani lintas di sini. Kondisi jalan yang sempit dan licin menjadi resiko bagi mereka,”pungkasnya. (Dir)

Baca juga:  Penyaluran BLTDD Tahap II Batu Tering Rampung, Kades: Tak Ada Lagi Tahap III

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...