Bimbing Persalinan Melalui Video Call, Bayi Meninggal di Puskesmas

Bagikan berita

KABUPATEN BIMA – Pasangan Ferdian dan Ayuni, warga Desa Rite Kecamatan Ambalawi ini harus merelakan kepergian anak pertamanya.

Bayi malang itu diduga meninggal dunia saat proses persalinan di Puskesmas Ambalawi Kabupaten Bima, Rabu (29/4) malam.

Namun yang sangat disesalkan keduanya sampai saat ini, yakni pelayanan pihak Puskesmas yang dinilai tidak profesional dalam memberikan pelayanan.

Ferdian didampingi istrinya, Ayuni

Suami pasien, Ferdian (27) kepada samotamedia.com mengungkapkan, petugas yang menangani istrinya saat proses persalinan dibimbing dari jauh oleh dokter melalui Video Call.

”Saya kesal sama dokter, kerja memberikan arahan jarak jauh lewat video call,” ujar Ferdian, Minggu (3/5).

BACA JUGA : Bertambah 4, Total Pasien Sembuh Dari Corona di NTB 47 Orang

Baca juga:  Diduga Korban Anjing Gila, 4 Ekor Kambing Mati, Warga Terluka hingga Jarinya Putus

Tak hanya itu, Ferdian juga mengaku kesal dengan ulah petugas yang lebih mementingkan kepentingan pribadi. Saat persalinan, kata dia, petugas malah telfonan.

“Masak bidan angkat telefon saat mengurus istri saya yang melahirkan. Mending itu ada kaitannya dengan kesehatan. Tapi angkat telefon urusan pribadinya,” ujarnya lagi.

Perdian membawa istrinya ke Puskesmas pada Selasa (28/4) siang. Saat itu, Ferdian meminta agar istrinya dirujuk ke RSUD Kabupaten Bima agar bisa mendapat pelayanan yang lebih baik.

Namun pihak puskesmas bertahan, dan menyakinkan agar proses persalinan dilangsungkan di Puskesmas.

Akhirnya, persalinan yang berakhir vatal itu pun dilakukan pada Rabu (29/4) malam.

Puskesmas Ambalawi

Kepala Puskesmas, Siti Sarfiah, AMD.,Keb yang dikonfirmasi membantah adanya petugas yang telfonan saat proses persalinan berlangsung. Kalau pun ada, kata dia, itu bisa jadi petugas lain yang tidak bertugas saat itu.

Baca juga:  Tabrak Lari, Seorang Pengendara Sepeda Motor Tewas di Tempat

Menurutnya pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin. Bahkan proses persalinan diakui telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

”Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan sesuai dengan SOP,” ujarnya, Senin (4/5).

BACA JUGA : Bocah 2 Tahun di Lombok Timur Positif Corona

Bagi pihak Puskesmas, masalah ini sudah selesai, dan pasien sudah ikhlas atas kejadian itu.

”Tapi kalau pihak pasien masih keberatan dan tidak puas dengan pelayanan petugas kesehatan, hanya itu yang bisa dijelaskan,” katanya.

Ke depan pihak Puskesmas berjanji untuk meningkatkan kualitas pelayanan lebih baik lagi. (cr-Dir)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...