Covid-19, FLS2N 2021 Dilaksanakan Secara Luring

Bagikan berita

SUMBAWA, Samotamedia.com – Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SD/SMP dimulai. Terhitung sejak minggu kedua bulan Juni 2021 hingga minggu kedua bulan Juli 2021.

FLS2N meliputi lima mata lomba. Poster, Tari, Musik Tradisional, Nyanyi Solo dan Gitar Duet.

Kadis Dikbud Sumbawa melalui Kasi Kurikulum dan Peserta Didik Bidang Pembinaan SMP, Sudarli mengungkapkan, FLS2N digelar secara Luring (Luar jaringan) karena dalam setuasi pandemi Covid-19.

Peserta hanya mengirimkan penampilan mereka dalam bentuk video melalui link yang telah disiapkan panitia. Video itulah yang nantinya dinilai juri.

Sementara dewan juri terdiri dari unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa dan guru yang berkompeten.

Baca juga:  KKN Tematik UNSA Latih Karang Taruna ''Sulap'' Sampah Jadi Uang

”Sistem penilaian juga sama dengan KOSN. Sekolah peserta akan kirim video melalui link yang sudah disiapkan kabupaten. Video penampilan peserta,” terang Sudarli.

Dari keseluruhan peserta, akan diambil tiga regu terbaik untuk tiap mata lomba. Merekalah yang nantinya mewakili Sumbawa ke FLS2N tingkat Provinsi NTB. Begitu seterusnya hingga ke FLS2N tingkat nasional.

Sesuai jadwal, FLS2N tingkat Provinsi NTB akan digelar pada minggu keempat bulan Juli 2021, termasuk pengumuman pemenang.

Sedangkan FLS2N tingkat nasional digelar pada minggu keempat Agustus 2021 mendatang. ”Pengumuman pemenang minggu keempat Agustus juga,” imbuhnya.

Prestasi siswa Sumbawa di bidang FLS2N relative bagus. Pada FLS2N 2020, Sumbawa yang diwakili SMPN 1 Sumbawa meraih juara vaforit pada mata lomba Seni Tari Tradisional. Sementara di jenjang SD masih zonk.

Baca juga:  Anak Gebernur NTB Masuk SMA, Begini Pelayanan Pihak Sekolah

”Target tahun ini, kita berharap dari semua lomba kita bisa masuk. Minimal sama (dengan tahun lalu),” harapnya.

Menurut Sudarli, pandemi Covid-19 membuat sekolah kelabakan. Intensitas pertemuan guru dengan murid yang minim, berimbas terhadap upaya sekolah dalam menyiapkan siswa perwakilan.

Alhasil, persiapan cenderung alakadar, dan tingkat partifipasi peserta juga sangat minim. Kondisi ini bahkan, terjadi secara nasional. (Red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...