Demo Kepala Desa, Pemuda Ncera Blokir Jalan dan Bakar Ban

Bagikan berita

BIMA – Pemuda Desa Ncera Kecamatan Belo mengelar aksi demonstrasi di depan kantor Desa, Senin (11/1/2021). Di samping berorasi, massa aksi melakukan pemblokiran jalan dan bakar ban.

Aksi berlangsung pada pukul 13.25 wita. Dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan pemuda terhadap pemerintah desa yang dinilai tidak responshif atas usulan pembuatan lapangan bola.

Koordinator Aksi, Sumitro kepada Samota Media mengatakan bahwa program tersebut telah diusulkan sejak tahun 2017 lalu. Namun hingga saat belum direalisasikan dengan berbagai alasan.

Tidak hanya itu, pemerintah desa juga dinilai abai. Bahkan cenderung menggantungkan usulan yang dinilai prioritas itu.

“Pemdes Ncera harus mengambil sikap terhadap persoalan ini. Masyarakat harus segera menikmati apa yang telah diusulkannya,” tegasnya.

Baca juga:  FK2D Moyo Hulu Dinahkodai Alwan Hidayat

Pagi sebelum demo digelar, para pemuda telah mendatangi kantor desa untuk meminta kejelasan terkait usulan tersebut. Namun pemberintah desa berdalih masih terkendala lahan.

“Pemdes beralasan pihak pemilik lahan tidak memberikan kepastian terkait dengan lahan yang akan dilakukan pembebasan,” ungkapnya.

Menurutnya, Pemdes telah membiarkan persoalan itu berlarut sehingga muncul berbagai asumsi masyarakat.

“Kami ingin pertanyakan telah dikemanakan anggaran untuk pengadaan lapangan sepak bola itu? Kemudian langkah apa yang diambil oleh Pemdes untuk menyelesaikan persoalan ini?” ujarnya.

Aksi berlangsung damai hingga akhirnya massa membubarkan diri.

Kepala Desa Ncera Idris, S.Pd saat dikonfirmasi mengatakan bahwa ia akan berupaya menyelesaikan persoalan tersebut. Namun pihaknya butuh waktu karena hal ini masih terkendala pembebasan lahan yang dinilainya rumit.

Baca juga:  TNI-POLRI Kawal Ketat Penyaluran Bansos di Desa dan Kelurahan

“Awalnya pemilik lahan menginginkan tanah lelang Pemda sebagai gantinya. Bahkan mereka sudah menggunakan tanah itu beberapa kali untuk bercocok tanam. Tiba -tiba di kemudian hari muncul keinginan dari pemilik lahan agar digantikan dengan uang. Sehingga muncul masalah di tengah masyarakat,” jelasnya.

Dalam waktu dekat dia bersama pihak bersangkutan akan mendatangi Pemda. Untuk membicarakan soal kesepakatan tukar guling tanah itu. “Nanti kami akan duduk bersama dengan pihak Pemda untuk mengetahui kepastian dari kesepakatan tukar guling tanah itu,” pungkasnya. (Dir)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...