Diancam, Kades Lapor Bawahan ke Polisi, Ini Kronologisnya

Bagikan berita

KABUPATEN BIMA – Diancam dan dihina, Kades Talapiti Herman Abdara, S.Pd melaporkan bawahannya, Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan ke Polisi pada Jumat (8/5/2020).

Kejadian itu berawal dari adanya laporan warga yang mengaku kehilangan kambing.

Koronologisnya, Pada hari Rabu (6/5/2020) Kades bertemu dengan terlapor. Kades menanyakan kepada Kaur terkait keikutsertaannya di acara makan-makan daging kambing di rumah salah seorang warga.

Hal itu ditanyakan kades karena sebelumnya Kades menerima mengaduan warga bahwa ada kejadian penembakan kambing di bendungan.

”Saya menanyakan itu, karena sebelumnya ada pengaduan masyarakat bahwa ada yang tembak kambing di Dam. Dan malamnya ada orang makan-makan daging kambing di rumah salah seorang warga,” tutur Kades, Minggu (10/5/2020).

Baca juga:  Tilep Duit Rp160 Juta, Makelar Tanah Ditangkap

Si terlapor menjawab tidak ada. Mendengar jawaban itu, Kades mengaku merasa tenang karena tidak ada keterlibatan perangkat desa di acara Makan-makan daging kambing itu.

Sore di hari yang sama, Kades menulis sesuatu di WA story. Entah redaksinya seperti apa. Rupanya terlapor tersinggung dengan status Kades di WA.

Keesokan harinya, Kamis (8/5/2020), yang bersangkutan mendatangi rumah kades sambil marah-marah. Kades saat itu hendak solat zuhur. Mendengar salam bawahannya itu, Kades menunda solat dan keluar menemuinya.

”Wajahnya merah seperti orang sedang marah. Saya diajak keluar. Saya tidak mau, saya ajak dia duduk di brugak. Tapi dia menolak. Dia tanya apa maksud status saya di WA. Saya jawab tidak ada maksud apa-apa. Tidak ada kaitannya dengan saudara,” tutur Kades.

Baca juga:  Dua Pemuda di KSB Diringkus Polisi

Tidak puas dengan jawaban Kades, terlapor langsung berjalan menuju motornya sambil mengeluarkan kata-kata ancaman.

”Saya melihat dia membuka jok. Datang warga melerai, tapi dia tetap mengamuk sambil mengeluarkan sebilah pisau dari balik bajunya. Warga kembali melerai dan membawa dia pergi,” terangnya.

Merasa terancam, akhirnya kejadian itu dilaporkan ke Polsek Mabalawi pada Jumat 8 Mei 2020.

Saat ini kasus dalam penyidikan polisi. ”Masih dalam penyelidikan,” kata Kanit Reskrim Polsek Ambalawi, Aipda I Kadek Agus WP. (Cr-Dir)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...