Dikbud Sumbawa Gencarkan Sosialisasi Asesmen Nasional 2021

Bagikan berita

KERJASAMA DINAS DIKBUD SUMBAWA DENGAN SAMOTA MEDIA

SUMBAWA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makarim telah memutuskan untuk menghapuskan Ujian Nasional (UN) sebagai standar kelulusan.

Sebagai gantinya Kemendikbud menerbitkan Asesmen Nasional (AN) sebagai standar kelulusan dan mulai berlaku tahun 2021 mendatang.

Di Kabupaten Sumbawa, AN gencar disosialisasikan ke semua sekolah sejak bulan Maret 2020 lalu.

Apa itu Asesmen Nasional?

Kadis Dikbud Sumbawa melalui Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMP, Sudarli, S.Pt.,M.Si menjelaskan, Asesmen Nasional adalah program penilaian atau evaluasi kualitas sistem pendidikan baik di satuan Pendidikan maupun pada tingkat nasional sekaligus juga sebagai pemetaan mutu pendidikan di seluruh sekolah.

Asesmen Nasional mengukur Mutu satuan pendidikan dengan 3 instrumen yaitu AKM ( Asesmen kompetensi minimal) yaitu mengukur literasi dan numerasi, SK (Survei Karakter) mengukur sikap, kebiasaan, nilai nilai sebagai hasil non kognitif, serta SLB (Survei Lingkungan Belajar) mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.

Simulasi AKM sudah dilakukan Dikbud Sumbawa dalam bentuk Simulasi Skala Kecil (SSK). ”Simulasi ini sudah kita lakukan awal November 2020 untuk para operator atau proktor. Desember ini lanjut untuk SSB (Simulasi skala besar) untuk siswa dan guru,” terang Sudarli.

Menurutnya, SSB melibatkan semua SMP di Sumbawa. Dengan sample 5 siswa per sekolah. ”Ada 107 SMP, dan saplenya 5 orang siswa kelas VIII per sekolah penyelenggara,” katanya.

Dijelaskan, SSB bertujuan untuk melihat sejauh mana kesiapan sistem, perangkat yg digunakan baik di tingkat pusat maupun di tingkat satuan Pendidikan.

Selain itu juga untuk memperkenalkan soal soal AKM kepada siswa. Sehingga ke depan dalam rangka menghadapi pelaksanaan Asesmen Nasional bulan Maret 2021 tidak menemukan kendala sehingga dapat berjalan lancar.

Baca juga:  Akses Internet dan Android Jadi Kendala Belajar Dari Rumah

Pelaksaan AKM 2021, pesertanya sebanyak 45 siswa per sekolah penyelenggara. Bagi sekolah dengan siswa kurang dari 45 akan diikutkan semuanya. ”Pesertanya yang 45 itu akan dipilih secara acak melalui Dapodik,” terang Sudarli.

AKM untuk jenjang SMP dilaksanakan pada Maret 2021. Sedangkan jenjang SD digelar Agustus 2021 mendatang.

AKM berlangsung dua hari. Hari pertama terkait penilaian literasi dan survey karakter, hari kedua terkait numerasi lingkungan belajar.

Ini Perbedaan Asesmen Nasional dan Ujian Nasional yang Samota Media rangkum

1. Perbedaan Metode

Ujian Nasional pada dasarnya menggunakan metode yang disebut sebagai fixed test, atau satu set soal untuk semua peserta.

Sedangkan Asesmen Nasional atau AKM, Survey Karakter, Survey Lingkungan Belajar pada tahun 2021 mendatang akan menggunakan metode multistage adaptive test atau uji adaptif multistage.

2. Perbedaan Mode Ujian

Mode asesmen pada Ujian Nasional yang selama ini digunakan adalah kombinasi dari penggunaan Komputer dan ujian kertas-pensil.

Sedangkan Asesmen Nasional atau AKM, Survey Karakter, Survey Lingkungan Belajar diubah menjadi menggunakan Komputer dengan sistem soal berlapis yang disesuaikan dengan kemampuan para siswa, jadi soal yang digunakan tidak sama rata.

3. Perbedaan Hal yang Diukur

Dalam Ujian Ujian Nasional sistemnya adalah menghitung capaian berdasarkan pada kompetensi kurikulum yang tertulis pada setiap mata pelajaran yang dipelajari siswa.

Sedangkan Asesmen Nasional menilai capaian kompetensi pada literasi membaca dan numerasi para siswa, karakter para siswa serta gambaran lingkungan belajar selama siswa bersekolah.

Baca juga:  PPDB, SMAN 4 Sumbawa Terima 6 Rombel

4. Perbedaan Peserta Tes

Jika selama ini di Indonesia yang mengikuti UN adalah anak-anak yang duduk di tingkat akhir setiap jenjang sekolah, yaitu kelas 6, kelas 9 (3 SMP) dan kelas 12 (3 SMA) maka Asesmen Nasional punya cara yang berbeda.

Peserta Tes AKM, Survey Karakter, Survey Lingkungan Belajar justru adalah siswa yang berada satu tahun sebelum tahun kelulusan mereka, alias peserta didik terpilih adalah dari kelas 5, 8, dan 11 dari semua sekolah atau satuan pendidikan.

5. Perbedaan Pelaporan Hasil Tes

Dalam Ujian Nasional yang dilihat adalah nilai tiap siswa, nilai agregat tiap sekolah/satuan pendidikan serta nilai agregat per wilayah (desa, kota/kabupaten, provinsi).

Sedangkan Asesmen Nasional dilihat berdasarkan nilai agregat tiap sekolah/satuan pendidikan dan nilai agregat per wilayah (desa, kota/kabupaten, provinsi).

6. Nilai Ujian Tidak Bisa Langsung Digunakan

Kalau dulu, selesai Ujian Nasional, nilai UN bisa langsung dipakai untuk melamar kerja, mencari beasiswa, atau kuliah luar negeri, kali ini berbeda.

Untuk siswa kelas 12 (3 SMA) yang memerlukan nilai kompetensi untuk melamar kerja, beasiswa, kuliah luar negeri, dsb; bisa daftar dan ikut Asesmen 2021.

7. Perbedaan Jenis Soal

Pengukuran hasil UN masih banyak mengukur kompetensi berpikir tingkat rendah (Lower-order thinking skills, disingkat LOTS) dan kurang berorientasi pada pengembangan penalaran.

Sedangkan, soal-soal yang ada di asesmen ini akan lebih banyak mengukur kompetensi bernalar (Higher-order thinking skills, disingkat HOTS).

Ketimbang ditanya fakta atau definisi, siswa ditanya bagaimana sebuah sistem bekerja. Soal HOTS nantinya akan mengasah logika, pola pikir kritis, dan kreativitas siswa. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...