Dikes Beri Pembinaan Kepada Pegawai dan Petugas Puskesmas Ambalawi

Bagikan berita

KABUPATEN BIMA – Dinas Kesehatan Kabupaten Bima melakukan pembinaan terhadap pegawai dan petugas Puskesmas Ambalawi.

Kegiatan ini adalah tindak lanjut dari audiensi ISNU Ambalawi bersama pemuda dan mahasiswa Rite, Senin (11/5/2020) lalu.

Dalam pembinaan itu, Dikes diwakili oleh tiga orang kepala seleksi. Yakni Kepala Seksi pelayanan primer dan kesehatan tradisional. Kepala Seleksi Kesehatan Keluarga dan Kepala Seksi Penanggungjawab Program.

Pembinaan terhadap seluruh pegawai yang bertugas itu digelar di aula Puskesmas Ambalawi, Rabu (13/5/2020).

Kepala Puskesmas Ambalawi, Siti sarfiah, AMd. Keb dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan pembinaan oleh Dikes Bima.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Dinas kesehatan yang sudah hadir memberikan pembinaan terhadap kami,” katanya.

Baca juga:  Hasil Rapid Tes Reaktif, 1 Pengawas TPS Mengundurkan Diri
Pembinaan oleh Dikes kepada pegawai dan petugas Puskesmas

Kepala Seksi Pelayanan Primer dan Kesehatan Tradisional, Alamsyah, SKM dalam pembinaan itu menekankan kepada petugas kesehatan agar selalu sabar dakam tugas.

Dalam bertugas, lanjut dia, petugas harus mengutamakan jiwa kerelawanan serta bertanggung jawab dan tanggung gugat.

“Saya harap kepada semua petugas agar bertanggungjawab melaksanakan tugas sesuai dengan SOP, dan tanggung gugat siap menerima kritikan-kritikan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua IBI Kabupaten Bima, Ditha Isa Arrahmawati, S.ST sekaligus Kepala Seksi Kesehatan Keluarga, menjelaskan petugas kesehatan jangan berhenti untuk belajar dan meningkatkan kualitas profesinya serta lebih teliti dalam penanganan pasien.

Dalam hal persalinan, kata dia, petugas diharapkan untuk melakukan deteksi dini terhadap resiko yang akan dihadapi oleh ibu dan bayi.

Baca juga:  UPDATE: Mentok di 230 Kasus, 30 April Tidak Ada Kasus Baru

“Deteksi dini itu penting, untuk mengetahui resiko terhadap ibu dan bayi yang dikandungnya. Sebelum dilakukan persalinan pastikan bagaimana kondisi ibu dan bayi, setiap tindakan yang diambil harus memikirkan resiko yang terjadi,” jelasnya.

Kepala Seksi Penanggungjawab Program, Nahdia Idayati, AMd. Keb mengatakan bahwa perlu adanya kerjasama petugas dalam meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

“Jika ada ibu hamil pendatang, mohon untuk melapor ke bidan desa, untuk mengetahui riwayat kehamilan,” ingatnya.

Kepada samotamedia, perwakilan Dinkes mengatakan, pembinaan serupa akan terus berlanjut. Dilakukan setiap bulan terhadap seluruh puskesmas di Kabupaten Bima. (Cr-Dir)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...