Dinas Sosial Akui Banyak Orang Kaya Terima PKH

Bagikan berita

SUMBAWA – Data penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, banyak ditemukan orang kaya yang menjadi penerima manfaat program. Sebaliknya masyarakat miskin yang berhak justru masih banyak yang belum bisa menikmati keberadaan program.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Mirajuddin membenarkan hal tersebut. Menurutnya banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dulunya masuk kategori tidak mampu sekarang mengalami peningkatan status ekonomi. Namun mereka masih terdata sebagai penerima manfaat.

”Iya betul itu. Apa yang disampaikan masyarakat itu betul. Pendataan awal terima PKH, mereka masih miskin, tak mampu. Seiring waktu mampu, tapi tidak keluar,” kata Kabid kepada samotamedia.com, Rabu (15/4).

Kondisi ini disebabkan oleh lemahnya sistim pendataan di tingkat desa. Mestinya, kata dia, Desa selektif. Keluarga yang sudah tidak layak menerima manfaat program wajib dinonaktifkan atau graduasi.

Dijelaskannya, graduasi itu ada tiga macam. Yakni graduasi mandiri, graduasi alami dan graduasi paksa. Graduasi mandiri yakni jika KPM telah mengalami peningkatan ekonomi maka dengan sendirinya mencabut diri sebagai penerima PKH. ”Caranya cukup lapor ke pendamping,” ujarnya.

Sementara graduasi alami, yakni KPM yang tidak lagi memenuhi komponen. Komponen tersebut meliputi ibu hamil, anak usia dini, anak SD, SMP, SMA, Disabilitas berat dan Lansia. Sedangkan graduasi paksa yakni KPM dinonaktifkan secara paksa. Jalurnya melalui Musawarah Desa (Musdes).

”Usulkan keluar, buat berita acara lampirkan nama untuk diusulkan ke Kementerian untuk dinonaktifkan,” terangnya.

Ke depannya, masyarakat harus aktif melaporkan dan mengusulkan data baru sesuai fakta di lapangan. ”Yang mampu dikeluarkan agar yang miskin bisa diusulkan menerima PKH,” katanya.

Lalu apa upaya Disos untuk memastikan PKH tepat sasaran? ”Kami akan berkordinasi dengan DPMD dan bersurat ke Kepala desa untuk melakukan pemukhtahiran data,” jawabnya. (jho)

Bagikan berita

26 Comments

    Avatar
  • ya bnar….
    padahal Rt nya sudah memberikan data yg sesuai dngan fakta,,
    tetapi saat data sampai di perangkat desa dan prangkat desa malah mengabai kan data yg bnar” ril bahkan mengutamakan keluarga nya dan krabat terdekat……

      Avatar
    • Memang banyak orang kaya kayak di kampung saya.dan ada juga pungli yg begitu merajalela.tunggu barang bukti semua di angkat kemedia

  • Avatar
  • Assalamualaikum…. Kepada pimpinan dinas sosial, tolong ya pak semua yg dpt dana pkh dirombak secara total, banyak yg kaya yg dpt penghasilan rata2 4-6juta dpt dana pkh, dan kalau survey langsung saja, jgn petugas desa yg kasih, langsung ke rmh rmh penduduk, biar sampean tahu, dan jgn yg daya listrik 450 watt yg jadi patokan dpt dana pkh, didaerah saya muncar banyak yg mampu bahkan suaminya yg ke luar negri satu bul as n dpt kiriman 6-8 juta dpt dana pkh, dan yg punya perahu gardan juga dpt, dan yg jadi penjual/boss ikan dpt pkh, gimana terus nasib rakyat dan orang yg tua renta itu pak, karuan biar adil gk usah dana dana pkh itu pak, suruh buat bayar utang indonesia aja pak ke china, dan paling menjengkelkan didaerah saya muncar, sampangan, duaraan, kalimati, kedungrejo… Kalimoro pasar muncar semua dah…. Bikin kecemburuan sosial pada masyarakat, hidup sdh susah pak,tolong urusin juga, kembalikan subsidi yg900watt pak, ketimbang dibuat dana yg salah sasaran, semoga komen saya direspon, dan saya minta maaf bila ada kata kata yg menyakitkan

  • Avatar
  • Saye sebagai buruh harian lepas dulu dpt bantuan beras 5 kilo tapi setelah ada bantuan beras 1guni 20 kilo tak Ade yg dpt Mane rumah tak Ade tinggal pun numpang gedung IPHI Karimun Kepri harap dinas sosial memantau terima ksh atas perhatiannya

  • Avatar
  • Menurut saya cara yg paling epektif untuk menangani ini ,pemerintah harus turun langsung mengawal para petugas desa karna banyak juga yg mengutamakan /mendahulukan ,teman,keluarga ataupun sanak saudara meskipun ekonominya bisa dikatakan orang kaya.saya sendiri yg mengalaminya.

  • Avatar
  • Kepala desanya harus di kasih sanksi.

  • Avatar
  • Periksa lapangan setiap 1 tahun sekali pak… Jangan hanya laporan dari desa langsung di oke aja pak. Karena banyak orang yg susah gak kerja gak makan gak dapat bantuan. Malah sebaliknya pak.. semoga dinas sosial tidak hanya nunggu laporan aja tapi kerja dan turun di lapangan masyarakat.

  • Avatar
  • Apa gak banyak org Kya yg bnyak menerima bantuan Krn kuragnya orang pemantau penerima bantuan yg berhak menerima bantuan ,dan pun dikasih bantuan seharusnya setahun pembaharuan data tiap tahun,krna yg sdah mampu gak usah didata lagi……!!

  • Avatar
  • Kepada dinas sosial jangan malas untuk terjun kelapangan..anda dibayar pemerintah..jika ada kesalahan data karena kecurangan perangkat desa itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab anda sekalian wahai pegawai dinas sosial ..kalau memang anda sudah niat kerja gx mungkin ada kesalahan salah sasaran hampir diseluruh penjuru desa…mohon untuk tidak bermalas malas kalau kerja…anda malas data salah siapa yg rugi…tentu rakyat miskin..pikirkan itu bukan cuman nerima gaji tapi malas kerja…siapa yg patut dipersalahkan …tentu saja dinas sosial dan perangkat desa…pikirkan rakyat kecil..jangan pikirkan diri sendiri

  • Avatar
  • πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚dasar otak dongo.
    Sudah tau masih saja disalurkan ke orang kaya

  • Avatar
  • πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚dasar otak koruptor
    Sudah tau masih saja terus disalurkan.
    Super DONGO

  • Avatar
  • Ass. Mf y pak saya mau tnya 2 thn yg lalu trnyata sy dapat bantuan. Tp ngk smpe k kami pak.asl sbb sy tau krn sy tnyak k kantor bpjs. trnyata nama kami sudah trdaftar 2thn yg lalu dapt bpjs pemrintah it. Trnyata mndapt raskin dan jga pkh tp ko ngk smpe k kami pak. Sy mau tnyak pak gmn cr mngaktif kn lg pkh kami it. Soal ny kami bnr ” tdk mmpu pak. Mf klo ad slh dr kt” sy ni pak. Mhn bantuan ny dan konfir ny pak. Wss

  • Avatar
  • Mungkin agak melenceng, miskin itu bukan satu kebanggaan, tapi terkadang kita tidak bisa membedakan mana yg miskin sungguhan atau pura pura miskin demi mendapatkan sesuatu..tapi jujur dari tahun 1994 hingga sampai saat ini ,saya tdk pernah merasakan namanya program atau bantuan pemerintah, saya pernah merasakan kesulitan yg sangat, ketika saya menyekolahkan ke 3 anak saya, maklum saya seorang janda, yg selalu berusaha sendiri untuk memenuhi kebutuhan anak anak saya,, pernah suatu hari ketika saya pergi kesekolah untuk membayar uang sekolah anak saya, ada anak lain yg mendapatkan bantuan yg mempunyai kartu pintar, dan saya bertanya bagaimana caranya kita utk mendapatkan kartu pintar ini? Sekolah tersebut tdk bisa menjawab, hingga suatu saat aku pergi ke kelurahan untuk mempertanyakan hal itu,,singkat cerita semua yg berhubungan dgn kartu pintar ini saya jumpai hingga ke dinas pendidikan.dan saya disuruh menunggu hingga sekarang sampai anak saya sdh ada yg tamat SMU belum ada jawaban dari penantian itu,, sekarang di masa covid 19 ini terlalu banyak kebijakan2 yg tidak masuk akal,, intinya bagaimn bisa pemerintah menginstruksikan kita untuk menutup usaha kita dengan jangka waktu yang cukup lama tanpa memberikan bantuan sepeserpun, , pemerintahan maccam apa ini?

  • Avatar
  • Percuma buang buang duit aja,, mending buat bayar utang ke negara lain,, biar Indonesia ga semakin banyak hutang,, PKH yang nerima hampir semua orang kaya,, yang punya sawah luas kalau panen bisa jual 1ton malah dapat PKH, yang gak py sawah harus beli beras malah ga dapat,, yang rumah mewah motor gagah, gelang emas sampe sikut dapat PKH,, giliran yang ga py apa apa malah gak dapat,,

  • Avatar
  • Rekaper semua data DTKS dan penerima bantuan baik itu BPJS KIS, PKH, BPNT, KIP DLL yang dari Kemensos, karena DTKS yg masuk juga tidak valid, masyarakat yg golongan miskin 1 + 2 , banyak yg tdk masuk DTKS, sehingga mereka tdkbisamenerima batuan,
    Kemensos harus bentuk TIM INDEPENDEN, ukt mendata ulang dilapangan data DTKS serta daftar nama penerima bantuan perDesa.
    Teknis Tim Independen dilapangan :
    1. Relawan yg direkrut Kemensos
    2. Pendamping TNI/POLRI dan Dinsos kabupaten,
    Dengan pendataan ulang yg independen dan transparan tdk akan tetjafi salah sadaran dan pilih kasih dari RT/RW/KEPALA DESA.
    KESIMPULAN: DATA DTKS VALID dan Data Daftar NAMA Penerima Bantuan jg valid dan tepat sasaran kerakyat miskin gol 1 + 2.
    Terimakasih salam dari KLATEN pingiran

  • Avatar
  • Tolong buat pak dinsos di check lingkungan 29 medan marelan.. Kakak saya anak nya 3 kecil2 masih ngontrak rumah nya penghasilan pun tidak menetap tp sudah dikasih data nya ke pak kepling lingkungan 29 tp smpai skrg tidak ada ditanggapi
    Mohon supaya didata pak
    Biar bisa layak nerima PKH

  • Avatar
  • Saya blm dpt kartu PKH dri dulu,sya punya anak sekolah SMA orang tua udh jompo,tlong di ajuin pak,rumah pun udh mau roboh,mksh sblm nya πŸ™

  • Avatar
  • Bukan di sumbawa aja tapih ditempat kami pun banyak juga, seperti di desa blang awe kecamatan madat kabupaten aceh timur propinsi aceh, kami meliat tak sesuai dengan fakta dilapangan.org yg banyak penghasilan malah dapat pkh, org yg penghasilan rendah malah tidak dapat pkh, apa apaan ni,ketua nya bersifat pribadi/kuluarga nya yg di kutip.jengan menilai dr rumah nya tapih nilai lah dr penghasilan, nilai lah dr pendapantan mereka pst tepat sasaran.

  • Avatar
  • Memang didesa saya pun banyak ketidakadilan… Pkh hanya untuk orang kaya sedangkan yg miskin tidak dapat bantuan apa apa.. Harusnya diilangin aja program ini biar adil pak

  • Avatar
  • Dari dulu pak itu terjadi orang yg pantas dapat dak dapat lagian mereka yg cukup atau berkecukupan itu jugo mau dibilang miskin petugas lapangan tu juga harus kelapangan bener jangan cuma ambil sampel aja dan seharusnya update data per 6 bulan klo PKH untuk siswa klo orang nya sudah berhenti ya jangan dikasih lagi banyak yg tidak tercover dari kades dak dapat diusulkan dari sekolah dak bisa bahkan banyak anak yg dak mampu punya akhlak bagus sekolah rajin justru dak pernah dapat tapi anak yang males dak punya akhlak justru selalu dapat gimana itu tolong la update data minimal 6 bulan sekali

  • Avatar
  • Kok br sadar selama in data nya dr mana,

  • Avatar
  • makanya harus didata ulang kawan,, kalau cuma diakui dari kantor saja data itu tidak akan berubah, bukan siapa yang hak menerima dari bantuan PKH tersebut,

  • Avatar
  • Benar pak,,, di kampung saya banyak org yg punya penghasilan yg lumayan dn punya tanah tapi dpt bantuan sedangkan saya yg langsung tdk punya sawah dn punya 5org anak tdk pernah dpt bantuan , org ribut masalah listrik gratis tapi sy hanya bengong karna tdk dapat,, sampai anak sy kelas 3 smk sy belum pernah dapat pkh,, cuma dapat beras 10kg telor setengah papan dn minyak dr gubernur kmaren,, jika sy tdk pantas dpt pkh lalu kenapa org2 yg lebih mampu bisa mendapatkanx…

  • Avatar
  • Intinya masih pakai sistem kekeluargaan…dan masih mikir kan diri sendiri …
    Merasa diri baik baik di muka umum…tapi otak main akal .
    Yg miskin tetap melarat.yg kaya tambah masukan…rakyat tengah di belakang kan …dianggap sebelah mata.
    From anak Borneo.

  • Avatar
  • Kok yg di salahin Mlh pemerintahan desa ya, yg jlas ini kesalahan dri pihak dinsos, kenapa gk di laku kan survey terlebih dulu,sblm kartu pkh di serah kan kepada yg layak,yg jlas dari pihak dinsos itu mls dan masa bodoh

  • Avatar
  • Harusnya pendamping PKH Melaksanakan tugasnya apa ,???? Jgan makan gji buta aja,,,, Uda tau yg kya yg terima kan bisa dicabut diganti yg lain, gak mgkin orang Uda 10 taon trima PKH gak kaya2,,,, didata ulang Krena bnyk wrga baru yg miskin2

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...