Disnakeswan Sumbawa Bentuk Tim Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Layak Konsumsi

Bagikan berita

Samotamedia.com – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa melakukan pendataan serta membentuk tim pengawasan pemotongan hewan kurban.

Tim terdiri dari seluruh personel Disnakeswan. Baik yang ada di Kabupaten maupun yang ada di Unit Pelaksana Teknis ( UPT) di 24 Kecamatan.

Pembentukan tim ini untuk memastikan hewan kurban sehat serta layak Konsumsi.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Junaidi mengatakan, tim nantinya akan berkoordinasi dengan Camat, Kepala Desa. Guna menyampaikan dan menyebarluaskan kepada masyarakat. Bagi mereka yang ingin melakukan pemotongan hewan kurban agar melaporkan ke UPT Produksi dan Kesehatan Hewan di wilayah masing-masing.

Setelah ada laporan dari masyarakat, lanjut dia, Tim kemudian mendatangi serta mengecek kesehatan hewan yang akan dikorban.

Baca juga:  Fit and Proper Test di Demokrat Tanpa Kehadiran Petahana

“Jika ada anggota masyarakat, kelompok masyarakat, atau organisasi kemasyarakatan yang akan melakukan pemotongan hewan kurban, diharapkan melapor ke UPT produksi dan kesehatan hewan setempat,” ujar Junaidi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2020).

“Setelah mendapat laporan, maka tim akan mendatangi langsung hewan yang akan dipotong untuk dilakukan pemeriksaan sebelum di potong. Nanti dilihat hasil di laboratorium, jika dinyatakan sehat maka bisa dipotong,” imbuhnya.

Terkait dengan penularan penyakit Rabies pada hewan, di kabupaten Sumbawa ada 4 Kecamatan yang menjadi perhatian khusus DisnaKeswan. Yaitu Kecamatan Tarano, Empang, Plampang, dan Kecamatan Maronge.

Di empat kecamatan tersebut, kata dia, nantinya akan ada tim khusus dari Dinas Peternakan yang menangani masalah Rabies.

Baca juga:  Tak Tercover JPS, 12.000 Warga Jadi PR Pemerintah Kabupaten Kota

Menurut Junaidi, Rabies pada hewan dapat dilihat dari gejala-gejala yang timbul.

”Kalau untuk Rabies itu jelas gejalanya. Seperti terjadi perubahan tingkah laku, keluarnya busa dari mulut dan tidak mengenal tuannya lagi. Sehingga kalau sudah gejala-gejala seperti itu, nanti teman-teman dokter yang ada di lapangan mengisolasi hewan tersebut,” pungkasnya. (cr-abi)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

berita terkait

Cari Berita Lain...