Dua Kelemahan PKB NTB pada Pemilu 2019 yang Tak Boleh Terulang di 2024

Bagikan berita

SUMBAWA, Samotamedia.com – Ketua DPW PKB Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Hadrian Irfani membeberkan dua kelemahan PKB NTB pada Pemilu 2019. Selain sesama Caleg PKB saling “membunuh”, PKB juga tidak memasang saksi partai di tiap TPS.

Kondisi itu menurut Lalu Hadrian Irfani menyebabkan perolehan suara PKB di DPRD kabupaten maupun DPRD provinsi serba nanggung.

”Kami di DPW sudah kita evaluasi 2019 kenapa suara nanggung. DPRD kabupaten, provinsi nanggung. Kelemahan satu, saksi,” ungkap Lalu Hadrian saat membuka Uji Kelayakan dan Kepatutan Bakal Caleg PKB Sumbawa, Jumat (31/3/2023).

Menurutnya memasang saksi di tiap TPS sangat penting. Selain untuk menjaga suara juga sebagai penggerak di TPS. Karena hal itu luput, akibatnya banyak suara partai yang hilang entah ke mana.

”Saksi di semua TPS yang ada di NTB gak ada. Gak heran suara banyak hilang. Makanya hari ini kita berbenah. DPC, DPW wajib memiliki saksi di seluruh TPS,” tambah dia.

Kelemahan lainnya, sesama Caleg PKB saling ”membunuh”. Maksudnya, sesama Caleg PKB beranggapan sebagai kompetitor. Mereka dengan kompetitor sesungguhnya. Menurut Hardian, kompetitor sesungguhnya adalah caleg dari partai lain.

”Kelemahan 2019 saling bunuh. Kita tidak sadar kompetitor sesunggunnya di luar PKB. Maka gak usah heran partai lain dapat banyak kursi,” tandasnya.

Dia menegaskan, hal serupa tidak boleh terulang pada Pemilu 2024 mendatang. Caleg PKB di tiap Dapil harus bergandengan tangan. Bila perlu bagi wilayah. Ketika di suatu Dapil terdapat 10 desa dengan 10 Caleg, maka masing-masing Caleg garap satu desa. (Jho)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...