Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Bagikan berita

Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid.

Tomlinson (2001) dalam bukunya yang berjudul How to differentiate instruction in mixed ability classroom menyampaikan bahwa kita dapat mengkategorikan kebutuhan belajar murid paling tidak berdasarkan tiga aspek. Ketiga aspek tersebut adalah:

  1. Kesiapan belajar (readiness) murid
  2. Minat murid, dan
  3. Profil belajar murid

Hal ini berkaitan erat dengan pemikiran Bapak Ki Hajar Dewantara bahwa pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh adalah upaya untuk menciptakan ekosistem sekolah yang mendorong pertumbuhan budi pekerti selain aspek intelektual.

Lewat pembelajaran sosial dan emosional, murid diajak untuk menyadari, melihat, mendengarkan, merasakan, mengalami pengalaman belajar yang dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosionalnya.

Filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah dapat dijabarkan bahwa pendidikan itu seperti petani. Petani memiliki berbagai macam bibit yang akan ditanam di kebun. Ada bibit unggul padi, bibit unggul jagung, bibit unggul kacang hijau, dan bibit unggul kedelai.

Semua bibit ini adalah bibit terbaik, unggul dan teruji. Namun seorang petani tidaklah bisa mengharapkan bibit padi unggul akan tumbuh menjadi jagung subur dan banyak buah berkualitas. Begitu juga dengan bibit padi unggul tidak akan menghasilkan tanaman kedelai yang unggul dan berkualitas.

Hal ini sebuah perumpamaan. Tentunya kembali kepada peserta didik bahwa setiap mereka adalah pribadi yang unik, berbeda secara individu satu sama lain bahkan dua orang kembar pun berbeda satu sama lainnya.

Oleh sebab itu, penting untuk kita pandang mereka secara berbeda berdasarkan minat, bakat, dan kecepatan masing masing dalam setiap regulasi potensi yang dimiliki. Jangan kita berkeinginan mengubah mereka menjadi diri kita atau diri orang yang kita idolakan karena dalam diri peserta didik memiliki potensi yang berbeda.

Baca juga:  CINTA DIBALAS DUSTA

Sehingga kita lebih tepat hadir untuk mereka menjadi bagian yang ikut memfasilitasi menjadi diri mereka sendiri yang memiliki karakter lebih kuat serta menjadi seperti yang mereka inginkan sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan yang berurat akar pada budaya luhur bangsa kita, pada adat dan kebiasaan luhur dimana mereka tinggal, menjadi pribadi-pribadi yang sesuai pada minat dan bakat mereka yang berbudi pekerti.

Pendidikan yang kita lakukan harus mempunyai dan memiliki prinsip perubahan yang seimbang antara cipta, rasa, karsa dan raga. Pendidikan yang mengusung prinsip perubahan yang seimbang antara cipta (yang menajamkan pikiran), olah rasa (menghaluskan rasa), olah karsa (yang menguatkan kemauan), dan olah raga (yang menyehatkan jasmani).

Filosofi di atas memberikan gambaran pemahaman pada kita bahwa pendidikan yang kita lakukan tidak boleh timpang karena akan menyebabkan rusaknya nilai yang terkandung dalam keempat unsur (cipta, rasa,karsa dan raga).

Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara adalah bagaimana kita saat di depan memberi contoh, di tengah membimbing dan di belakang memberikan motivasi atau dorongan.

Pendidikan adalah memanusiakan manusia dan menambah kuat nilai-nilai kemanusiaan sebagaimana dasar-dasar pendidikan itu bahwa kita harus mampu menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa apapun yang dilakukan oleh seorang guru itu hendaknya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya.

Kita tidak bisa merubah orang lain menjadi baik, jadi kita sendirilah mulai berbuat menjadi baik. Sang pencipta akan melihat upaya kita dan tidak ada kebaikan yang sia-sia.

  1. Profesi seorang guru adalah profesi mulia. Kita harus bangga menjadi seorang guru.
  2. Gurulah yang dapat mencerdaskan anak-anak bangsa, tanpa ada seorang guru maka tidak ada profesi apapun. Guru bukan orang hebat tetapi orang-orang hebat itu ada karena seorang guru, karena di tangan seorang gurulah yang akan bisa menjadikan orang menjadi bermanfaat, bermartabat dan berguna. Gurulah yang dapat mengembangkan potensi anak , guru dapat mencerdaskan anak bangsa dan melahirkan banyak profesi. Oleh karena itu kita pantas berbahagia dan bangga menjadi seorang guru karena ditangan kitalah yang mencetak generasi emas
  3. Orang boleh mati tapi nama besar, karya – karya besar kita tidak akan pernah mati, guru akan senantiasa dikenang kita. Kita tidak akan pernah mati secara hakekat seorang guru tetap hidup.
    Guru akan senantiasa dikenang oleh generasi selanjutnya.
  4. Pahala seorang guru tidak akan pernah berakhir, pahala seorang guru akan terus mengalir selama ilmunya yang terus dimanfaatkan . Seorang berpengaruh selamanya dia tidak akan pernah tahu kapan pengaruh yang diberikan akan berakhir.
  5. Guru adalah sosok yang ditiru dan diguguh.
    Guru adalah orang yang dicintai oleh masyarakat sekitar dan dicintai muridnya.
    Guru yang baik, guru yang teladan dan profesional sehingga kerja kita dan ilmu kita terus mengalir dan terus mendapat pahala dari Tuhan. Guru adalah role model dan orang yang dicintai (kata-kata dan tingkah lakunya senantiasa dicontoh)
Baca juga:  STOP POLITIK UANG, BERSIHKAN CITRA DEMOKRASI

Guru harus memiliki 5 keterampilan yakni :

  1. Cerdas secara spiritual.
  2. Cerdas secara moral, Memiliki moralitas yang tinggi, disiplin, tanggung jawab dan kebersihan hati.
  3. Cerdas secara intelektual, Berpikir kritis dan analisis dalam mempelajari sesuatu.
  4. Memiliki kemampuan leadership, Kemampuan memotivasi orang lain, menggerakkan orang lain, kepekaan sosial dan bertanggung jawab atas apa yang dia sampaikan.
  5. Memiliki keterampilan atau keahlian, Mempersiapkan murid untuk menghadapi tantangan di masa mendatang.

Oleh : Abdul Azis, S.Pd.SD
Kepala SDN AI Puntuk Kec.Moyo Hilir

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...