Gegara BLT DD Kades Lebin Ditempeleng Warganya Sendiri

Bagikan berita

SUMBAWA – Kasus dugaan penganiayaan terhadap Kades Lebin oleh warganya sendiri pada Senin (8/6/2020) ternyata disebabkan oleh masalah Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

Kapolsek Lenangguar, Frans Legiman kepada Samota Media mengungkapkan, masalah Kades dengan warganya yang diketahui bernama Bagong itu berawal dari masalah BLT DD.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bagong mengaku saat itu ia hendak mempertanyakan masalah nama sejumlah warga di Dusun Selage yang tidak mendapat jatah bantuan dari dana desa tersebut kepada bendahara desa.

Namun oleh bendahara, Bagong disuruh menanyakan hal itu ke Kades. Mengetahui hal itu, Kades yang saat itu hendak berangkat ke lokasi gotong royong akhirnya mampir di rumah bendahara desa.

Baca juga:  Sehari Jelang Lebaran, Kasus Positif Corona NTB Meningkat Tajam

Setibanya di sana, Bagong langsung menanyakan hal itu ke Kades. ”Kades jawab, coba tanya ke bendahara,” ungkap Kapolsek.

Kemungkinan merasa tidak puas dengan jawaban Kades, Bagong pun tersulut emosi kemudian dengan refleks memukul Kadesnya sendiri. ”Bukan ditonjok. Hanya ditempeleng sekali,” terangnya.

Melihat kejadian itu, warga yang ada di TKP langsung melerai. Sementara itu, Kades yang keberatan dengan aksi Bagong melaporkan hal itu ke Polsek setempat pada Selasa (9/6/2020).

Atas laporan tersebut, Bagong pun diamankan di Polsek Lenangguar. Setelah dua hari diamankan dan periksa, Bagong akhirnya bisa pulang.

Pemulangan itu dikarenakan oleh adanya keinginan dari pemerintah desa untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.

Baca juga:  Ledakan Aki, 100 Rumah di Baturotok Sumbawa Hangus Terbakar

”Bukan dipulangkan, tapi karena ada upaya mau diselesaikan secara kekeluargaan oleh Sekdes,” Katanya.

Aksi Bagong itu masuk dalam tindak pidana ringan (Tipiring). Jika tetap diproses secara lanjut, Bagong bisa dipenjara atau dikurung paling lama tiga bulan.

”Kalau kami Polisi kan profesional. Mau selesaikan secara kekeluargaan, tetap kami atensi. Mau tetap lanjut juga tidak jadi soal,” ujarnya.

Kapolsek beharap hal semacam ini tak perlu terulang lagi. Masyarakat diharapkan dapat menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.

Jangan sebalinya, terbiasa menggunakan kekerasan, terlebih hal itu dilakukan kepada Pemimpin di desa. (red)

Baca juga: Diduga Dianiaya Warga Sendiri, Kades Lebin Lapor Polisi

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...