GPRI Laporkan PT. Krida Honda Cabang Bima

Bagikan berita

KOTA BIMA – Organisasi Gerakan Pejuang Rakyat Indonesia (GPRI) Bima melaporkan PT. Krida Honda Cabang Bima ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Terkait dengan dirumahkannya salah seorang karyawan.

Ketua Umum GPRI, Sirajudin menilai bebijakan merumahkan karyawan yang dilakukan PT. Krida Honda Cabang Bima adalah ketimpangan.

Menurutnya, kebijakan pemerintah terkait kebijakan merumahkan karyawan sudah jelas. Sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Nomor: SE-05/M/BW/1998. Tentang upah pekerja yang dirumahkan bukan ke arah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Dijelaskan lebih lanjut, perusahaan tetap membayar upah secara penuh yaitu berupa upah pokok dan tunjangan selama pekerja dirumahkan. ”Kecuali ada aturan lain dalam perjanjian kerja dengan perusahaan atau kesepakatan kerja sama,” terangnya.

Baca juga:  Capaian IKLH NTB Lampaui Nasional

Sedangkan pihak PT. Krida Honda Cabang Bima, kata dia, tidak melakukan ketentuan pemerintah. “Istilah dirumahkan itu sebenarnya sebuah trik saja itu, sebenarnya itu PHK,” tudingnya.

Ia menduga, pemberhentian kerja dengan alasan dirumahkan agar pihak perusahaan tidak mengeluarkan uang dalam pemutusan kerja dengan karyawannya.

“Sebab PHK kan jelas PT.Krida Honda akan membayar pesangon, tapi ketentuan merumahkan pekerja pun dilanggar oleh mereka. Ini sama halnya dengan pemecatan sepihak,” tandasnya.

Oleh karena itu, GPRI meminta kepada Disnaker untuk memproses PT. Krida Honda Cabang Bima.

Sekretaris Disnaker Kota Bima, Gufran AH. S. Pd, M. Si mengatakan bahwa pihak Disnaker akan menindaklanjuti persoalan itu. ”Kami akan memanggil pihak PT. Krida Honda Cabang Bima untuk dimintai keterangan,” ucapnya.

Baca juga:  Jalani Test Swab, KPU Sumbawa Pastikan PPDP Bebas Corona

Gufran mengucapkan terima kasih atas laporan yang disampaikan oleh teman – teman GPRI dan membahasnya secara langsung di kantor Disnaker. “Permasalah pekerja dan perusahaan itu adalah tanggung jawab kami untuk menanganinya,” pungkasnya. (Dir)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...