Guru dan Al-Fatihah

Bagikan berita

Bagi anda yang muslim, pastinya tidak asing lagi dengan firman pertama Allah SWT pada Nabi Muhammad Saw. Iqro’,  ialah perintah kepada Muhammad dan sekalian manusia untuk membaca. Dalam tafsirnya, dikatakan bahwa membaca yang dimaksud adalah membaca realitas sosial yang ada. Begitulah kiranya penjelasan yang diberikan oleh para Ulama’.

Tentunya Tuhan tidak ingin agar seseorang hanya mampu membaca, namun berkewajiban bergerak atas apa yang ditemuinya. Ada banyak  bentuk dari hasil pembacaan tersebut. Seseorang dapat membangun gerakan fikiran, gerakan individu, dan gerakan massa. Pada substansinya, setiap hamba dituntun menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain.

Tentunya juga harus dipahami, tidak semua orang mampu membaca realitas sosial dengan cara yang benar. Ada juga yang buta dan tidak mampu menelaah fenomena yang terjadi di sekitarnya. Tidak jarang mereka yang buta dan tidak mampu tersebut, justru menjadi bagian dari realitas yang berbentuk masalah.

Memang benar bahwa orang-orang tidak bisa seperti Muhammad yang dibimbing langsung oleh Allah dengan JibrilNya. Tapi Allah adalah Tuhan yang maha pengertian. Setiap orang diberikan kesempatan untuk berguru dan tiru pada sosok yang disebut guru. Untuk itulah dalam beberapa bab agama, penghormatan pada sosok ini begitu ditinggikan.

Imam Jalaluddin Al-Suyuthi pernah menulis dalam Lubab al-Hadits yang menyatakan sabda Rasulullah. Sabda tersebut berbunyi:

”Barangsiapa yang memuliakan orang yang berilmu (guru), maka sesungguhnya ia telah memuliakan aku. Barang siapa memuliakan aku, maka sesungguhnya ia telah memuliakan Allah. Maka beruntunglah orang yang memuliakan guru karena akan memperoleh surga,”.

Mungkin tidak disadari, kehadiran seorang yang mampu mendidik mental, intelektual, dan spiritual adalah permintaan setiap muslim pada shalatnya. Inilah sekiranya jawaban dari Al-Fatihah yang dibacakan setiap hari. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Dalam tafsir yang dijelaskan oleh Ustadz Adi Hidayat, Al-Fatihah ayat 6 ini adalah permohonan untuk diberikan solusi dari persoalan-persoalan.

Baca juga:  STOP POLITIK UANG, BERSIHKAN CITRA DEMOKRASI

Hidup itu sendiri adalah persoalan dan rintangan yang diberikan oleh Tuhan, untuk memaksimalkan fungsi logika, spiritual, serta memproporsionalkan nafsu. Jalan terbaik dalam menghadapi persoalan tersebut adalah meningkatkan ilmu pengetahuan.

Dengan ilmu, maka seseorang akan memiliki kedalaman dan keluasan kala memandang segala sesuatu. Guru memiliki fungsi terbesar dalam memberikan pendidikan tersebut. Sehingga, jalan lurus yang didapati bukan hanya persoalan duniawi, namun juga perkara ukhrowi.

Sebagian masyarakat tentunya memahami pola-pola pendidikan yang berjalan dari masa ke masa. Misalnya di Sumbawa, seseorang yang hendak belajar mengaji akan dibarengi oleh orang tuanya bersama hantaran (bahan makanan) pada sang guru. Tradisi ini adalah bagian dari nilai sekaligus adab. Ini adalah bukti bahwa seseorang bahkan dididik sebelum mendapatkan pengajaran.

Tidak diherankan, bacaan Qur’an kerap menjadi buah mulut diantara anak-anak  yang seolah terhafalkan dengan sendirinya. Selain itu, mereka juga diajarkan cara bertani, beternak, dan bermasyarakat. Ilmu-ilmu tersebut telah tumbuh dan berkembang bersama kearifan masyarakat. Leburnya ilmu dalam kearifan ini sejatinya telah menjadi tanda keberkahan pengetahuan.

Di era disrupsi ini, mungkin sebagian persen pendidikan yang demikian tidak lagi relevan. Cara bertani mulai ditinggalkan  karena tertuntun pada cita-cita profesi yang berbeda. Maka dari itu, sekolah menjelma sebagai letak ide dan gagasan dibentuk serta dipertarungkan.

Sekolah menjadi letak seseorang mengenal angin sebagai oksigen dan O2. Sekolah menjadi letak seseorang mengenal muatan lokal, tanpa perlu bercengkrama dengan masyarakat adat.

Sekolah juga telah menjadi tempat seseorang mengenal Pemerintah tanpa harus duduk bersama dengan penyelenggara negara. Meski sebenarnya, kenal dan mengerti ini merupakan  sifat yang dinamis dalam ilmu pengetahuan.

Baca juga:  Sikap Netral Aparatur Sipil Negara dalam Pelaksanaan Pesta Demokrasi

Hal ini karena akan selalu ada perubahan bidang ilmu, kontek, dan kondisi belajar. Sebagai contoh, Kemdikbud mengadakan penyederhanaan kurikulum saat menghadapi pandemi. Materi yang didominasikan pada siswa adalah ilmu kecakapan hidup. Pengembangan fasilitas belajar seperti kuota internet juga turut menjadi perhatian. Namun demikian, tidak juga dipungkiri bahwa dalam menghadapi perubahan, guru lah yang berada di garda terdepan.

Untuk itu, memandang penting peran guru adalah suatu etika dasar dalam menuntut ilmu. Masyarakat dan negara harus mengerti bahwa, merekalah pihak yang berkepentingan atas perubahan sosial positif melalui ilmu pengetahuan. Sehingga keinginan dalam bahasa doa Ummul Qur’an tersebut betul-betul menjadi sebuah ikhtiar yang tidak berhenti sebatas lisan.

Bertolak pada Al-Fatihah ini, pada titik yang paling sederhana, marilah membedah 3 aspek dasar dalam Sirotol mustaqim yang termandatkan pada guru. Pertama, hampir setiap sekolah menerapkan bahwa siswa tidak boleh mengikuti pembelajaran jika terlambat datang. Beberapa sanksi juga diterapkan. Cara ini akan membentuk pribadi yang lurus dan disiplin melalui konsekuensi-konsekuensi pelanggaran.

Kedua, membentuk pribadi yang lurus dalam logika melalui penugasan-penugasan di mata pelajaran. Ketiga membentuk manusia yang lurus dalam rohaninya melalui program Imtaq, termasuk juga terkait peran bimbingan konseling.

Dari situ, adalah sebuah kewajaran jika semestinya guru menempati puncak penghormatan secara moril maupun finansial sebagaimana yang telah dimulai Pemerintah.
Namun tentunya, penghargaan tersebut juga harus sesuai dengan pertimbangan atas kalkulasi yang semua pihak sepakati.

Setelahnya, inovasi serta pembangunan mentalitas dan spiritual bangsa harus tetap dijalankan. Sekali lagi, mungkin inilah alasan kenapa Tuhan menetapkan Al-Fatihah harus terus terlafaskan.  
 
Penulis: Galan Rezki Waskita

(Kader HMI Malang)
 

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...