Guru Muda Sumbawa Gelar Seminar Pendidikan Online

Bagikan berita

SUMBAWA – Para guru muda di Kabupaten Sumbawa menggelar kegiatan seminar pendidikan online, Sabtu (18/4). Kegiatan dengan tema learning from home itu diadakan guna mendapatkan banyak referensi. Khususnya bagi para guru dalam mengembangkan pembelajaran abad 21.

Seminar tersebut menghadirkan Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, H. Sahril, S.Pd.,M.Pd dan Kaprodi Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Samawa, Dr. Andi Haris, SE.,M.Pd sebagai narasumber.

H.Sahril dalam pemaparannya menyampaikan bahwa Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa telah beberapa kali mengeluarkan edaran selama pandemi Covid-19. Salah satunya adalah kebijakan Learning From Home.

Kadis Dikbud, H. Sahril, S.Pd.,M.Pd saat menyampaikan materi

Untuk itu, dalam tataran praktis, diperlukan profil guru yang memiliki kompetensi khususnya paedagogik dan kompetensi profesional. Disadari bahwa keberadaan guru tidak bisa tergantikan oleh apapun. Untuk itu guru harus mampu mengkombinasikan antara kompetensi paedagogik dan profesional dalam penerapan learning from home baik daring maupun luring.

Dalam kondisi darurat seperti ini, lanjut dia, perlu diramu strategi dan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran yang dapat terintegrasikan dengan kurikulum. Salah satu yang akan dilakukan oleh Dinas Dikbud adalah akan menerapkan kelas digital. Khususnya sekolah yang memungkinkan untuk dilakukan pembelajaran virtual.

Baca juga:  Temuan Dalam Program Beasiswa NTB Telah Dikembalikan, Inspektorat: Tidak Ada Kerugian Negara

Guna mendukung pelaksanaan virtual, telah dilakukan revisi juknis Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler. Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 telah diubah menjadi Permendikbud 19 Tahun 2020. Yang memberi dukungan terhadap pembelajaran virtual selama learning from home.

“Dalam waktu dekat, saya akan meeting dengan para Korwil dan Kepala Sekolah untuk menyampaikan perubahan juknis BOS. Terutama berkaitan dengan dukungan terhadap pembelajaran virtual,” kata Kadis.

Peserta tampak serius mendengarkan materi dari para narasumber

Sementara Ketua Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Samawa Dr. Andi Haris, SE.,M.Pd dalam paparannnya menyampaikan bahwa terdapat perbedaan antara konsep keterampilan berteknologi dengan integrasi teknologi dalam pembelajaran.

Dijelaskannya, keterampilan berteknologi adalah cakupan pengetahuan dan skill dalam merancang dan juga menggunakan teknologi. Sedangkan integrasi teknologi dalam proses pembelajaran lebih menempatkan teknologi dalam penyampaian pesan pesan pembelajaran yang didesain sedemikian rupa. Guna memudahkan proses dan meningkatkan hasil belajar.

Pada perspektif lain, sesuai perkembangan, para guru dituntut untuk menguasai keterampilan abad 21. Meliputi kreativitas dan inovasi, komunikasi dan kolaborasi, kemampuan meneliti dan melek informasi, berpikir kritis, problem solving dan pembuatan keputusan.

Baca juga:  Belajar Tatap Muka Serempak Dimulai Januari 2021

Di samping itu, saatnya menjadi digital citizenship yang memahami konsep serta mampu mengoperasikan teknologi. Dipaparkan pula, para guru harus mencermati Ciri-ciri keterampilan abad 21 seperti adanya multitasking, multimedia, online social networking, online information searching dan maraknya game online.

Secara spesifik, para guru harus peka dalam penggunaan teknologi untuk pembelajaran seperti pemilihan aplikasi pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan karakteristik konten dan karakteristik peserta didik.

Ketua Panitia Pelaksana, Niki Ite Adekayanti, S.Pd mengungkapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut. “Atas nama panitia penyelenggara, kami sampaikan terima kasih kepada Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa yang telah membimbing panitia sejak persiapan hingga pelaksanaan. Demikian juga kepada FKIP Universitas Samawa, terima kasih atas support yang diberikan kepada panitia,” kata guru SDN Sela Kecamatan Moyo Hulu itu.

Seminar yang menggunakan aplikasi zoom cloud meeting tersebut diikuti 89 peserta terdiri dari para guru, dosen mahasiswa juga diikuti oleh mahasiswa pascasarjana Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...