Jarot-Mokhlis Diyakini Mampu Tuntaskan Masalah Petani di Moyo Utara

Bagikan berita

SUMBAWA – Warga Moyo Utara mayoritas petani. Namun pengairan dan irigasi masih menjadi persoalan yang kompleks bagi sebagian besar petani di Kecamatan tersebut. Kondisi ini dirasakan oleh para petani di Dusun Sabang, Pungkit, Senampar dan Sebewe.

Tokoh Masyarakat asal Dusun Sabang Desa Sebewe, H. Syaifuddin menyebut bahwa warga tak hanya mengeluhkan kelangkaan air bersih. Tapi juga masalah pengairan dan irigasi. Kondisi ini menyulitkan petani tiap tahunnya.

Selama ini para petani di Sabang mengandalkan pompa air. Namun pemanfaatan pompa air dinilai kurang maksimal. Selain jarak antara lahan dengan sumber air cukup jauh, kondisi ini juga dikhawatirkan berimbas terhadap berkurangnya hasil pertanian bahkan berujung gagal panen.

”Irigasi yang belum sempurna. Ada air, cuma pakai mesin pompa. Disedot dari sungai pakai mesin jaraknya ada sekitar 200 sampai 300 meter,” katanya.

Mengingat areal lahan di Sabang sangat luas, warga berharap adanya alternatif. Bisa saja dibangun sumur bor di sejumlah titik atau dibuatkan saluran irigasi yang menghubungkan Cekdam Moyo dengan lahan petani. Jarak antara lahan dengan cekdam memang cukup jauh. Sekitar puluhan kolometer.

Baca juga:  Realokasi APBD untuk Penanganan Covid-19 Mencapai 56,57 Triliun

Permasalahan serupa juga dialami para petani di Desa Pungkit, Senampar dan Sebewe yang memiki lahan di orong Medeng.

Salah seorang warga, Ibrahim mengungkapkan bahwa petani orong medeng mengeluhkan keberadaan air yang melimpah namun tak bisa dimanfaatkan lantaran bercampur dengan air laut.

Sementara memanfaatkan air dari pegunungan juga tidak bisa. Karena harus dibangun sejenis penabung air agar bisa disalurkan ke areal lahan.

Untuk mengatasi masalah tersebut para petani seakan kehabisan akal. Pemerintah yang diharapkan mampu menjawab masalah tersebut juga seakan abai.

”Hanya sekali panen setahun. Coba ada sejenis penabung air dari gunung yang bisa kita manfaatkan untuk mengairi lahan,” ucapnya.

Baik H Syaifuddin maupun Ibrahim, keduanya sama-sama meyakini bahwa pasangan Jarot-Mokhlis bisa menuntaskan masalah petani Moyo Utara jika ditakdirkan menang pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

Baca juga:  Berkunjung ke Sumbawa, Ini yang Disampaikan Kakanwil Kemenag NTB

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Tim Kecamatan Jarot-Mokhlis di Moyo Utara, Muhammad Taufik. Warga Baru Tahan ini menyebut bahwa infrastruktur pertanian masih menjadi masalah krusial di Moyo Utara. Terutama dalam hal pengairan dan irigasi. Sehingga diperlukan adanya lompatan inovasi.

Untuk mengatasi masalah tersebut warga seakan tak lagi percaya dengan pemimpin lama di daerah ini. Dibutuhkan wajah baru dengan pengalaman serta jaringan kuat. Dalam hal ini pasangan Jarot-Mokhlis dinilai warga adalah pasangan yang tepat.

Di samping masalah pengairan dan irigasi, Jarot-Mokhlis juga diharapkan untuk memprioritaskan sarana pertanian lainnya. Mengatasi kelangkaan pupuk. Membuka lapangan kerja seluas-luasnya serta memudahkan akses pemodalan untuk kelompok pedagang bakulan di Moyo Utara. (red/adv)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...