Kades Terpilih Edi Wijaya Kusuma Dorong Pertanian Organik di Batu Rotok

Bagikan berita

SUMBAWA, Samotamedia.com – Kepala Desa terpilih Batu Rotok Kecamatan Batulante, Edi Wijaya Kusuma akan mendorong pertanian organik wilayah tersebut.

Selain memiliki manfaat ekologis yang baik, sistem ini juga dinilai mampu memperbaiki mutu lahan yang terdegradasi akibat penggunaan pupuk anorganik.

Dengan konsep tersebut, diharapkan Desa Batu Rotok ke depan menjadi desa contoh di Sumbawa.

“Desa batu rotok harus mampu menjadi desa contoh di Sumbawa dengan menggalakkan pertanian organik yang ekonomis dan menyehatkan” kata Edi kepada samotamedia.com senin, (13/4).

Dikatakannya, Batu Rotok secara geografis memiliki iklim yang sangat baik untuk pengembangan pertanian.

Saat ini penggunaan pupuk anorganik masih pada tanaman padi. Namun untuk tanaman seperti kopi dan buah-buahan masih Alami.

Baca juga:  Serah Bansos di Mayura, Gubernur Ajak Masyarakat Tetap Produktif

”Potensi rempah-rempah seperti jahe, kunyit, temulawak, kapulaga, vanili, serai serta buah-buahan seperti manggis dan Alvokat sangat baik tumbuh, tanpa penyemprotan pestisida kimiawi, jika di tanaman padi masih anorganik,” tuturnya.

Oleh karena itu sambung Edi, ke depannya dia akan menggandeng perusahaan pupuk organik lokal di Sumbawa.

“Kami akan gandeng CV. Samawa Organik dengan produk pupuk Sakti. Untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia dan dapat digunakan juga sebagai penambah nutrisi untuk tanaman buah-buahan, dan rempah-rempah,” katanya.

Di bagian lain Edi menolak di wilayahnya di tanami jagung. Selain harga jual yang tak menentu, jagung juga dinilainya tidak baik bagi lingkungan. Dia lebih memilih untuk mengembangkan komoditi pertanian pangan berkelanjutan.

Baca juga:  Mengenal Lebih Dekat Kades Batu Tering Periode 2020/2026

”Jagung selain harga tidak menentu juga merusak lingkungan oleh sebabnya saya menolak, alam harus dijaga agar tidak ada pembukaan lahan baru dengan melakukan penebangan pohon. ya kita tau semua jika Desa Batu Rotok merupakan daerah pegunungan jadi rentan bencana jika pohon sebagai penyangga hilang,” ujarnya.

”Saya lebih memilih untuk menghindari kemudharatan dari pada mengambil maslahat,” pungkasnya. (Red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...