Kades Uma Beringin Tegaskan Tak Ada Pemberhentian Perangkat Desa

Bagikan berita

SUMBAWA – Kepala Desa Uma Beringin, Suraiman tegaskan tak ada pemberhentian perangkat desa. Selama masih bisa dibina, perangkat desa yang ada akan tetap digunakan hingga akhir masa jabatan.

”Kita lihat kondisi, kita evaluasi, kalau mereka baik sampai akhir, kenapa tidak kita pertahankan. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada. Mudahan sampai akhir jabatan,” kata Suraiman.

Menurut Kades, mengganti perangkat desa itu tidak gampang. Di samping harus prosedurar, perangkat baru juga butuh waktu belajar dan pembinaan. Sehingga memberdayakan perangkat yang ada adalah pilihan tepat.

”Ketika diganti, kan dibina juga. Lebih baik membina yang sudah ada,” ujarnya.

Kades mengakui sebagian besar perangkat desa tidak memilihnya pada Pilkades lalu. Namun ia tidak memiliki dendam politik. Karena bagi dia, beda pilihan itu wajar. Itulah demokrasi.

Baca juga:  Pemdes Leseng Teken MoU dengan UTS

Baca juga: Pemuda Nyatakan Komitmen Sukseskan Batu Tering SMART

Mengingat Pilkades telah berlalu, dia menegaskan tak ada lagi pendukung maupun lawan politik. Di mata dia sama. Sama-sama sebagai warga. Sehingga semua harus dirangkul dan diperlakukan sama.

Ini periode kedua Suraiman menjabat. Di periode ini, dia komit untuk membawa Uma Beringin lebih baik dari periode sebelumnya.

Pada periode kedua ini dia akan melanjutkan program yang belum selesai dan tertunda. Pada periode ini ia akan fokus kepada program pemberdayaan dan mengurangi program fisik.

Program dimaksud diantaranya adalah maksimalisasi keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Dia menyebut bahwa selama ini BUMDes masih sebatas pada usaha simpan pinjam. Ke depan harus melebar hingga ke bidang usaha lainnya.

Baca juga:  BLT DD Berlanjut hingga September

Tak hanya peyertaan modal yang akan menjadi perhatian Pemerintah Desa. BUMDes ke depannya harus memiliki bagunan kantor sendiri. ”Tanah sudah ada, tinggal bangunan,” ungkap Kades Suraiman.

Sementara program fisik, ia akan melanjutkan rencana pembangunan sumur bor di Dusun Uma Kopang. Karena akses air di dusun tersebut masih sulit.

”Fisik yang utama dibutuhkan adalah sumur bor di wilayah Dusun Uma Kopang. Rencana dua titik sumur bor. Tahun ini realisasinya,” pungkasnya. (red)

Baca juga: Dapat Jatah 6 Rombel, SMPN 2 Sumbawa Hanya Terima 5 Rombel

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

berita terkait

Cari Berita Lain...