Kasus Persalinan Video Call yang Diduga Menewaskan Bayi di Bima Berakhir Damai

Bagikan berita

KABUPATEN BIMA – Kasus persalinan video call yang diduga mengakibatkan bayi dari pasangan Ayuni dan Ferdian warga Rite meninggal dunia di Puskesmas Ambalawi berakhir damai.

Surat perjanjian damai telah ditandatangani oleh kedua belah pihak di rumah korban, Rabu (13/5/2020).

Dari Puskesmas Ambalawi diwakili oleh Kepala Puskesmas Ambalawi, Siti Sarfiah, AMd.

Sementara dari pihak korban diwakili ayah korban, Ferdian. Disaksikan oleh perwakilan Dikes Kabupaten Bima.

Sebelumnya, pihak Puskesmas meminta maaf atas kejadian tersebut. Ke depan dia berjanji untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan.

”Atas kejadian ini, saya minta maaf dan meningkat kualitas pelayanan kami, dengan dibantu oleh Dinkes semua kekurangan kami akan dibenahi,” katanya.

Baca juga:  Dikes Bima: Masyarakat jangan Takut Divaksin

Sementara perwakilan keluarga korban, Ediman, S.Pd mengucapkan terima kasih atas kunjungan pihak puskesmas dan Dikes Kabupaten Bima.

Dia berharap ke depannya kejadian serupa tak terulang lagi. “Kami ucapkan terima kasih atas diresponnya kritikan dan masukan kami,” kata Edi.

Sebelumnya diberitakan bahwa bayi dari pasangan Ayuni dan Ferdian warga Rite Kecamatan Ambalawi diduga meninggal dunia saat persalinan di Puskesmas Ambalawi.

Peristiwa ini ditengarai oleh proses persalinan yang tidak biasa. Bidan yang bertugas saat itu dibimbing oleh dokter dari kejauhan melalui video call. Akibatnya, persalinan berakhir fatal, bayi meninggal dunia.

Peristiwa tersebut mengundang reaksi keluarga korban. Bahkan perwakilan keluarga menggandeng PWC ISNU Ambalawi beserta perwakilan Pemuda-Mahasiswa Rite mendatangi Dinas terkait. (cr-Dir)

Baca juga:  Putus Mata Rantai Corona, Jalur Menuju Ambalawi-Wera Dijaga Ketat

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...