Kedua Pasien Positif Covid-19 Sudah Lama Meninggalkan Rumah

Bagikan berita

SUMBAWA – Tim Gugus Tugas Provinsi NTB telah mengumumkan ada penambahan 8 kasus positif Covid-19 di NTB. Sehingga total 55 kasus, Jumat 17 April 2020. Dari 8 kasus baru, 2 diantaranya adalah warga Kabupaten Sumbawa.

Mereka adalah pasien nomor 51, an. Tn. LEP, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Kemudian pasien nomor 55, an. Tn. IK, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Olat Rarang, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa.

Meski tercatat sebagai warga Olat Rarang Desa Labuhan dan Kelurahan Brang Biji, namun kedua pasien telah lama tidak tinggal di alamat tersebut.

Lurah Brang Biji, Muhammad Alif

Lurah Brang Biji Muhammad Alif kepada samotamedia.com membenarkan bahwa pasien 51 adalah warga Kelurahan Brang Biji. Namun dia telah lama tidak tinggal di alamat tersebut karena mengikuti pendidikan (Polisi) di luar daerah.

Namun Lurah belum bisa mengungkapkan alamat detail (RT/RW) dan tahun berapa pasien meninggalkan rumahnya. “Semenjak berangkat pendidikan sampai sekarang belum kembali ke Brang Biji dan tidak pernah kontak langsung dengan keluarga yang ada di Brang Biji,” kata Alif.

Baca juga:  COVID-19 NTB 24 April: Sembuh 20, Meninggal 4, Positif 141
samotamedia.com saat berbincang-bincang dengan Dedy Stansyah

Sementara pasien 55 di Olat Rarang, berdasarkan hasil penelusuran samotamedia.com, yang bersangkutan sudah bertahun-tahun tidak tinggal di alamat tersebut. Rumahnya di Blok R nomor 9 saat ini dikontrak oleh Dedy Stansyah, warga asal Pekan Baru.

Pria Kelahiran Bima itu telah tinggal di rumah milik pasien 55 sejak September 2019. ”Sudah tujuh bulan ngontrak di sini,” kata Dedy, Sabtu (18/4) siang.

Selama tinggal di rumah kontrakannya itu, pria yang berprofesi sebagai karyawan Alfamart itu mengaku tidak pernah kontak langsung dengan pasien 55. Dia hanya komunikasi via Whatsapp. Untuk urusan pembayaran sewa, pasien 55 berurusan dengan pihak perusahaan.

Rumah milik pasien 55 sudah bertahun-tahun dikontrakkan

”Nggak pernah (kontak) ketemu aja nggak pernah. Saya hanya lihat fhotonya di WA aja. Yang bayar sewa langsung perusahaan. Saya tinggal masuk aja,” terangnya.

Baca juga:  Gelar Dialog Anti Narkoba, PMII Bima: Narkoba Musuh Bersama

Sementara itu, warga samping kontrakan mengungkapkan hal senada. Wanita berjilbab yang tidak menyebut namanya itu mengungkapkan bahwa pasien 55 sudah bertahun-tahun tidak tinggal di rumahnya. ”Sudah dua tahun tidak tinggal di sini. Rumahnya di kontrakkan,” katanya.

Sementara itu, Kades Labuhan Sumbawa, Kamiruddin saat dihubungi samotamedia.com belum bisa memberikan keterangan. ”Saya sedang berada di lokasi,” kata Kades, singkat.

Sebelumnya, Kepala Dusun Olat Rarang, Jamhur Husain mengungkapkan, yang bersangkutan (Pasien 55) memang masih menjadi warga di Dusun Olat Rarang. Namun demikian, rumah miliknya telah disewakan dan ia sudah lama berpindah tempat tinggal.

Kadus Olat Rarang, Jamhur Husain

“Adanya info ini sempat membuat kepanikan warga. Setelah saya mencari informasi ternyata yang bersangkutan sudah lama berpindah tempat tinggal dan tidak berada di dusun kami,” ujar JH akrabnya disapa. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...