Keluarga Ambil Paksa Jenazah Positif Covid di RSUD, Ini Langkah Polda NTB

Bagikan berita

Samotamedia.com – Ratusan warga Desa Mekar Sari Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Senin (6/7) sekitar pukul 19.00 Wita.

Kedatangan warga tersebut menuntut pemulangan jenazah yang oleh pihak rumah sakit dinyatakan positif Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

Saat keluarga dan warga menuntut membawa pulang jenazah, Kepolisian dalam hal ini Polres Mataram sudah berusaha melakukan pendekatan kepada pihak keluarga. Namun pihak keluarga tetap ngotot.

Masalah tersebut kini ditangani oleh Polda NTB. Dalam penyikapi masalah ini, Polda bersama Polres jajaran terkait melakukan humanis approach (pendekatan humanis) dan edukasi kepada pihak keluarga jenazah.

Baca juga:  Masuk Bali Diperketat, Lembar Ditutup Untuk Penyeberangan Penumpang

Kapolda NTB Irjen Pol. Muhammad Iqbal, S.I.K., M.H. melalui Kabid Humas Artanto, S.I.K., M.Si., Selasa (7/7) siang, mengungkapkan bahwa pihak Kepolisian telah melakukan upaya pendekatan terhadap keluarga jenazah. Agar pemakaman dilakukan sesuai prosedur penanganan Covid-19 dan keluarga menyetujuinya.

”Kapolda melalui Kapolres Lombok Barat melakukan pendekatan. Namun saat pemakaman, ternyata mereka menolak untuk dilakukan pemakaman sesuai prosedur Covid-19,” ungkap Kabid Humas.

Menyikapi hal tersebut, kata Kombes Artanto, pihak Kepolisian selanjutnya mendekati pihak keluarga untuk dilakukan edukasi (pembelajaran), dalam upaya memutus rantai penyebaran pandemi.

“Kami memberi pemahaman kepada pihak keluarga (jenazah, red), agar mereka mau untuk dilakukan rapid test. Ini guna mengetahui kondisi kesehatan mereka, jangan sampai mereka yang berinteraksi juga terpapar Covid-19,” jelasnya.

Baca juga:  Kasad Coffee Morning dan Olahraga Bersama Petinggi Media Nasional

“Ini bentuk kepedulian kami dalam penanganan pandemi Covid-19, dan memutus rantai penyebarannya,” imbuh Kabid Humas.

Lebih jauh Kombes Artanto menuturkan, untuk pelaksanaan rapid test terhadap keluarga jenazah, termasuk terhadap yang berinteraksi saat kejadian pengambilan jenazah, pihak Kepolisian bekerjasama dengan rumah sakit mulai melakukan traching.

“Kami melakukan traching terhadap semua yang berinteraksi, dari hasil traching itu nantinya akan dilakukan rapid test. Pun terhadap transportasi (Blue Bird, red) yang digunakan membawa pulang jenazah,” tuturnya. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...