Khawatir Corona, CPMI Asal Sumbawa akan Dipulangkan

Bagikan berita

SUMBAWA – Sejumlah Calon Pekerja Migran (CPMI) asal Kabupaten Sumbawa yang akan bekerja di luar negeri akan segera dipulangkan. Saat ini CPMI tersebut masih berada di penampungan. Pemulangan mereka ini atas permintaan keluarga yang khawatir dengan mewabahnya Virus Corona atau Covid-19.

Namun kepulangan para CPMI ini terkendala dengan pengembalian atau ganti rugi uang pinjaman kepada pihak perusahaan, saat mereka pertamakali direkrut.

Untuk menyelesaikan persoalan ini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa, melakukan mediasi menghadirkan perwakilan perusahaan, APJATI dan pihak keluarga CPMI, belum lama ini. Mediasi itu juga dihadiri Anggota DPRD Sumbawa, Aan Hanu Cakita.

Usai memimpin pertemuan itu, Kadisnakertrans Sumbawa, Dr. M. Ikhsan Safitri M.Sc, mengakui ada beberapa CPMI asal Sumbawa yang berada di penampungan di BLK-LN Sidoarjo.

Baca juga:  Terkait Kunker Gubernur, Tim Mo-Novi Datangi Kantor Bawaslu Sumbawa

Jumlahnya 7 orang, namun yang mengajukan permohonan pemulangan hanya 4 orang. Namun demikian pihaknya akan memberikan perlakuan sama agar semuanya dipulangkan.

Sebelum mereka dipulangkan, pihak perusahaan meminta pihak keluarga mengganti uang pinjaman CPMI tersebut. Dalam pertemuan itu ditemukan solusi dan disepakati.

Perusahaan tidak meminta pengembalian pinjaman sebesar Rp 3 juta plus biaya tiket. Perusahaan hanya meminta pihak keluarga CPMI membayar Rp 2,5 juta. ”Alhamdulillah itu disepakati kedua belah pihak,” kata Doktor.

Semakin cepat pengembalian uang itu, sambung Doktor Can, kian cepat juga perusahaan memulangkan mereka. Pasalnya perusahaan juga tidak ingin CPMI ini berlama-lama di BLK-LN Sidoarjo karena cukup berisiko.

”Perusahaan justru ingin mereka cepat dipulangkan agar tanggung jawab perusahaan berkurang,” pungkasnya. (jho)

Baca juga:  Kakanwil Kemenkumham NTB: Kami Butuh Kritikan dan Masukan Media

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...