Kisruh RSUD Sumbawa, Fraksi PKB: Jangan Dulu Menghakimi

Bagikan berita

SUMBAWA, Samotamedia.com – Dugaan masalah yang terjadi di internal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa mendapat tanggapan dari sejumlah fraksi DPRD Kabupaten Sumbawa. Termasuk Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ketua Fraksi PKB, Sukiman Kamaluddin meminta Pemda untuk melakukan kajian mendalam terhadap masalah internal RSUD Sumbawa. Mengingat adanya keluhan para tenaga medis dalam hearing lintas komisi di Kantor DPRD Sumbawa belum lama ini.

Pada hearing Rabu 18 Januari 2023 itu, sejumlah persoalan mengemuka. Mulai dari tunggakan pembayaran jasa pelayanan, pemotongan insentif hingga 40 persen, hutang rumah sakit yang mencapai 50 miliar, hingga mosi tidak percaya terhadap Direktur RSUD Sumbawa.

Namun demikian, semua pihak tidak boleh menjustifikasi Direktur RSUD benar-benar bersalah. Apalagi sampai menghakimi hingga menjurus kepada pemberhentian. Menurutnya, pemberhentian bukanlah solusi atas masalah yang terjadi saat ini.

Baca juga:  Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur Meningkat, Pemda Sumbawa Terkesan Abai

”Kita tidak boleh menghakimi dulu terhadap persoalan tersebut, untuk pemberhentian dan sebagainya. Kan harus ada kajian secara menyeluruh terhadap persoalan yang sebenarnya. Sebab jika hari ini ingin diberhentikan tidak memberikan solusi atas persoalan yang ada,” ujar Sukiman, Jumat (20/1/2023).

Dalam melakukan kajian nantinya, Pemda diminta untuk melihat obyek masalah dari semua sisi. Satu sisi Direktur diduga bermasalah, sisi lain BLUD RSUD Sumbawa di bawah kepemimpinannya memberikan sumbangsih Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Kabupaten Sumbawa.

”Satu sisi BLUD bobrok, sisi lain memberikan ingkam yang besar juga. Jangan sampai ada nuansa politik dalam mengitervensi kedudukan jabatan Dirut. Itu jabatan profesional. Kita butuh orang yang kompeten di posisi itu,” tandasnya.

Baca juga:  Banyak Sapi Berkeliaran dalam Kota Sumbawa, Perda Nomor 15 Lemah?

Di samping itu, anggota DPRD Dapil II itu juga megimbau kepada para tenaga medis untuk tetap mempetahankan profesionalitas. Jangan sampai masalah yang terjadi saat ini menyebabkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat menjadi terganggu. (Jho)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...