Komentar ISNU Soal Video Wali Kota Bima Nyanyi Tanpa Masker

Bagikan berita

KOTA BIMA – Video Walikota Bima, H. Muhmmad Lutfi bernyanyi tanpa masker di sebuah acara pernikahan beredar luas. Video tersebut menyita perhatian netizen. Bahkan, tak sedikit mahasiswa maupun akademisi yang kritik dan berkomentar pedas.

Terkait hal ini, Ketua Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kota Bima, Muhammad Ardiansyah, ST mengatakan, video yang beredar telah diedit oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dia menduga, video sengaja dipotong untuk membentuk opini negatif tentang wali kota. Karena, pada saat menghadiri acara, Wali Kota terlihat mengenakan masker. Menurutnya, masker baru dilepas setelah ada permintaan untuk menyumbangkan sebuah lagu.

”Masa orang nyanyi harus pakai masker, kalau seperti itu dipermasalahkan, banyak dong orang yang harus disalahkan. Videonya dipotong lalu digoreng-goreng untuk pembentukan opini negatif,” ujarnya.

Baca juga:  Masyarakat Didorong untuk Manfaatkan Fasilitas STIPark

Oleh karenanya, netizen terutama mahasiswa dan kalangan akademisi jangan mudah terpancing. Apalagi sampai berkomentar tidak wajar. Terlebih, Walikota Bima sudah minta maaf dan memberikan klarifikasi atas video tersebut.

”Tidak harus langsung menyerang dan menyudutkan. Apalagi itu tidak sengaja terekspose. Alasan pak Lutfi, beliau dipaksa untuk bernyanyi, dan tidak enak untuk menolak,” terangnya.

Ketua ISNU menghimbau kepada semua pihak dapat memberikan ide dan gagasan terkait kebijakan. Misalnya, terkait dengan pelayanan publik maupun tentang percepatan pembangunan.

“Kalau akademisi menyerang pemerintah tanpa mengedepankan etika yang baik lewat media sosial, justru menurunkan nilai dan eksistensi sebagai masyarakat intelektual,” ingatnya.

Oleh karenanya, ia mengajak semua pihak untuk melupakan polemik terkait dengan peristiwa itu, dan melakukan hal yang bersifat membangun.

Baca juga:  Polres Sumbawa Luncurkan Gerai Vaksin Presisi, Siap Sasar Wilayah Sulit

”Di masa pandemi ini, biarkan pemerintah menjalankan programnya dengan tenang tanpa harus dikacaukan oleh persoalan yang tidak akan habis untuk dibahas,” tegasnya. (Dir)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...