Komisioner KPU Sumbawa Negatif Covid, Penyelenggara Adhock dalam Proses Rapid Tes

Bagikan berita

SUMBAWA – Hari pencoblosan tinggal menghitung hari. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa memastikan seluruh penyelenggara pemilu sehat dan bebas dari Covid-19.

Swab test dan rapid test terhadap 34 jajaran komisioner dan staf kesekretariatan KPU Sumbawa serta 10.272 penyelenggara adhock telah dilakukan.

Untuk jajaran komisioner telah dilaksanakan Kamis (26/11/2020) lalu, dilanjutkan dengan rapid test 10.272 orang penyelenggara adhock. Terdiri dari 192 PPK, 990 PPS, 7.070 KPPS dan 2.020 Petugas Ketertiban TPS.

”Mereka dirapid test pada 27–29 Novomber kemarin serentak di 25 puskesmas lingkup 24 kecamatan,” ungkap Sekretaris KPU Sumbawa, Lahmuddin SE, Selasa (1/12/2020) malam.

Dikatakannya, swab test terhadap jajaran KPU ini dilakukan berdasarkan regulasi, mengingat mobilitas mereka yang cukup banyak.

Baca juga:  Sederet Fakta Tentang Izul Aswin, Petani yang Diduga Menghina Gubernur NTB

Diungkapkan, hasil swab test jajaran KPU dinyatakan negatif. Sedangkan penyelenggara adhock sedang dalam proses rapid.

Terhadap mereka yang tidak sempat hadir, diharapkan melakukan rapid test tanggal 30 November dan seterusnya. Sehingga dipastikan seluruh penyelenggara (10.272 orang) non reaktif pada 9 Desember mendatang.

”Sampai sekarang hampir 70 persen yang sudah terlayani Rapid Test. Kami masih menunggu informasi. Bila memang dinyatakan reaktif, maka akan menyiapkan pengganti. Bila berdasarkan analisis dari analis kesehatan belum terlalu mengarah ke Covid, maka akan dilakukan rapid test ulang,” katanya.

”Kalau memang hasilnya masih reaktif, maka itu sudah menjadi ranah atau regulasi pemerintah terhadap masyarakat yang hasilnya reaktif untuk melakukan swab test,” imbuhnya.

Baca juga:  Bawaslu Sumbawa Ungkap Temuan Dalam Coklit Data Pemilih

Ia berharap sebelum 9 Desember sudah mendapatkan hasilnya dan pastinya yang diizinkan untuk bekerja 9 Desember nanti adalah mereka yang hasil rapid testnya non reaktif.

Tak hanya itu, untuk memastikan keselamatan penyelenggara dan masyarakat, KPU Sumbawa akan membatasi interaksi penyelenggara dengan masyarakat pemilih.

Pihaknya menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) pada saat mereka bekerja di TPS. Di TPS juga akan disiapkan masker sekali pakai, termogan, tempat cuci tangan, tisu, sarung tangan plastik dan karet.

Bahkan di setiap TPS, KPU akan menyiapkan baju Hazmat bagi pemilih yang suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat Celcius. Mereka akan diberikan kesempatan untuk memilih di bilik khusus yang telah disiapkan. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...