Koperasi Nelayan Desa Labuhan Jambu Segera Terbentuk

Bagikan berita

SUMBAWA, Samotamedia.com – Bandung Trust Advisory Group bekerja sama dengan KPRI dan Lembaga Kajian dan Advokasi HAM (Lekas) Samawa mendorong terbentuknya koperasi nelayan di Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa.

Ketua Lekas Samawa, Iwan Haryanto mengungkapkan, pembentukan koperasi nelayan Desa Labuhan Jambu merupakan bagian dari program Sustainable Development Goals atau disingkat SDGs.

”Kegiatan ini merupakan salah satu langkah mendorong program SDGs yang diprakarsa b-tras kerjasama dengan KPRI, Uni-Eropa dan lembaga lokal, Lekas,” kata Iwan dalam keterangan tertulis yang diterima samotamedia.com, Jumat (24/12/2021).

Kegiatan itu dilakukan secara bertahap terhitung sejak November 2021 hingga Januari 2022 mendatang. Kegiatan diawali dengan sosialisasi. Dilanjutkan dengan penguatan kapasitas melalui diskusi, pelatihan pembuatan dan pembentukan koperasi hingga monitoring dan evaluasi.

Dipilihnya Desa Labuhan Jambu sebagai sasaran program bukanlah tanpa alasan. Menurut dosen Fakultas Hukum Universitas Samawa (UNSA) itu, Labuan Jambu merupakan salah satu desa di Kabupaten Sumbawa dengan masyarakat nelayan terbanyak. Bahkan, didukung juga dengan keberadaan wisata Hiu Paus.

Baca juga:  Gubernur Dukung Pelat dan Batulanteh jadi Pusat Pengembangan Madu Trigona

Ada pun tujuan program yakni terwujudnya pembangunan yang menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan. Pembangunan yang menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat.

Kemudian terwujudnya pembangunan yang menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang menjamin keadilan dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sementara itu, Sekretaris Lekas Samawa, Endra Syaifuddin menjelaskan, program diawali dengan sosialisasi yang dihadiri para kelompok nelayan hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.

”Kita laksanakan sosialisasi dalam rangka kegiatan awal pembentukan koperasi. Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan beberapa kelompok nelayan dan BPD guna mengetahui adanya program tersebut,” katanya.

”Selain itu, dalam kegiatan kita juga menyediakan CO lokal (petugas). Guna membantu kami baik urusan administrasi maupun memfasilitasi dengan kelompok,” imbuhnya.

Kades Labuhan Jambu, Muskil Hartsah mengaku apresiatif atas program SDGs yang dimotori Bandung Trust Advisory Group bersama sejumlah lembaga itu. Terlebih Labuhan Jambu dipilih sebagai sasaran program.

Baca juga:  Kelompok Tani Hutan: Terimakasih Pak Gubernur

Menurutnya, Labuhan Jambu merupakan salah satu desa nelayan terbesar di Kabupaten Sumbawa. Mendorong terbentuknya koperasi nelayan dinilainya sebagai langkah yang tepat.

”Nantinya koperasi nelayan ini akan membantu masyarakat nelayan terkait dengan kebutuhan yang akan datang,” kata Ketua FK2D Kabupaten Sumbawa itu.

KUPT Perikanan Kecamatan Empang dan Tarano, Iksan Patawari mengungkapkan, kegiatan bertemakan ”Mendorong terbentuk koperasi nelayan di Desa Labuhan Jambu” itu merupakan program yang sangat bermanfaat.

Menurutnya, hadirnya koperasi nelayan nantinya akan memudahkan para nelayan baik dalam akses modal maupun bantuan dari pemerintah.
”Sebab adanya koperasi akan membantu para nelayan baik dalam memperoleh bantuan baik di tingkat provinsi maupun pemerintah pusat,” katanya.

Materi publikasi ini diproduksi dengan bantuan hibah dari Uni Eropa. Pendapat atau pandangan yang dinyatakan dalam materi publikasi ini sepenuhnya merupakan tangung jawab Lembaga Kajian Dan Advokasi HAM Samawa (LEKAS) dan bukan mencerminkan pendapat atau pandangan Uni Eropa.

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...