Korban Kebakaran Batu Rotok Tinggalkan Tenda Karena Hujan

Bagikan berita

SUMBAWA – Kondisi terkini para korban kebakaran Desa Batu Rotok cukup memperihatinkan. Hujan memaksa mereka harus keluar tenda dan mengungsi ke rumah-rumah keluarga dan kerabat.

Sedangkan sebagian lainnya masih tetap memilih bertahan, meski kondisi tenda sudah kurang layak untuk ditempati.

”Sebagain besar numpang di rumah keluarga. Sebagian memilih di bawah terpal. Bawahnya dilapisi terpal, di atasnya ditaro karpet,” ungkap Kepala Desa Batu Rotok, Edy Wijaya Kusuma kepada Samota Media, Senin (14/12/2020).

Sementara rumah dapur umur serbaguna yang diharapkan menjadi solusi di musim penghujan sepertinya pengerjaan akan molor. Pasalnya, distribusi material yang telah dilakukan sejak Kamis, (4/12/2020) lalu belum juga sampai ke lokasi.

Menurut Edy, empat truk pengangkut material masih tertahan di jalan. Lokasinya persis di titik terparah jalur menuju Batu Rotok. Tepatnya di areal Orong Pola. Masih berjarak sekitar 4-5 kilometer dari Desa Batu Rotok.

Baca juga:  Pemdes Maria Sampaikan LKPPD 2020

”Sudah belasan hari nginap di jalan. Karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan,” ujarnya.

Berbagai upaya perbaikan jalan telah dilakukan agar material bisa sampai lokasi secepatnya. Namun karena ketebatasan fasilitas, upaya perbaikan itu hanya bisa membuat truk melaju sekitar lima meter sehari.

Sementara alat berat dari instansi terkait tidak bisa diandalkan. Alasannya tidak ada anggaran. ”Karena komitment PU kemarin, siap alat berat. Tapi nyatanya setelah dikonfirmasi tidak ada anggaran,” ujarnya.

Entah sampai kapan material akan tiba di lokasi. Saat ini warga desa bersama para relawan masih terus berupaya keras. Agar material sampai lokasi secepatnya.

Lalu bagaimana dengan bantuan hunian dari Pemda dan Pemprov?

Baca juga:  Berlakukan Kawasan Tertib Physical Distancing, Pintu Masuk Baturotok Diperketat

Menurut Edy, bantuan dari Pemda dan Provinsi NTB masih dalam proses realisasi. Kemarin, kata dia, tim dari PRKP Kabupaten Sumbawa telah terjun ke lokasi untuk persiapan pencairan bantuan.

”Bantuan dari Pemda kabupaten Rp15 juta, yang 13,5 jutanya untuk material rangka, dan 1,5 juta untuk ongkos. Sedangkan untuk atap ditanggung provinsi. Bantuan dari Pemprov juga dalam proses,” tandasnya.

Saat ini, kondisi kesehatan para korban dalam keadaan baik. Stok logistik juga masih aman. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...