Lagi, Dosen UNSA Raih Gelar Doktor

Bagikan berita

SUMBAWA, Samotamedia.com – Deretan dosen Universitas Samawa (UNSA) yang bergelar doktor kembali bertambah. Baru-baru ini, salah satu dosen yakni Juanda, S.S., M.Pd raih gelar doktor pada Program Studi Ilmu Pendidikan Bahasa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) di Universitas Negeri Yogyakarta.

Dia dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan setelah berhasil mempertahankan disertasinya. Judulnya ”Kebijakan dan Implementasi Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing: Studi Kasus di Nusa Tenggara Barat”. Ujian tersebut digelar secara zoom meeting, 23 November 2021 lalu.

Diakuinya, untuk meraih gelar doktor memang tak mudah. Harus melalui beberapa tahapan. Mulai dari studi mandiri, ujian komprehensif, seminar proposal, ujian kelayakan, ujian tertutup, dan ujian terbuka atau promosi doktor.

”Puncaknya, ujian promosi yang mana seluruh substansi penelitian mesti dipertanggungjawabkan di hadapan penguji,” tutur Juanda, Kamis (25/11/2021).

Menurutnya ada enam penguji yang ia hadapi. Lima penguji internal Universitas Negeri Yogyakarta dan satu penguji eksternal dari Universitas Sebelas Maret.

Mereka adalah Prof. Dr. Margana, M.A. (Ketua Penguji), Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. (penguji eksternal), Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, M.Pd. (Penguji), Prof. Dr. Suhardi, M.Hum. (Penguji), Prof. Dr. Zamzani, M.Pd. (Promotor/Penguji), Dra. Pangesti Wiediarti, M.App.Ling., Ph.D. (Sekretaris/Penguji).

Di hadapan penguji, putra kelahiran Boal, 17 Maret 1984 itu memaparkan hasil penelitiannya selama 15-20 menit. Dalam penyampaiannya, dia mengatakan terjadinya pertentangan mendasar dalam kebijakan BIPA di Mataram Lingua Franca Institute (MaLFI), Pusat Bahasa (Pubah) Unram, dan Kantor Bahasa NTB.

Di samping itu, MaLFI dan Pubah Unram juga merujuk pada model kebijakan kompromi dengan Regional Universities Indonesian Language Initiative (RUILI) dan Kantor Bahasa NTB merujuk kebijakan terpusat.

Padahal, kata dia, kebijakan BIPA berada di bawah kewenangan Badan Bahasa. Jadi, setiap penyelenggara BIPA mesti merujuk pada kebijakan yang dirumuskan oleh Badan Bahasa Nasional.

Di samping itu, dua juga menyoroti proses pengambilan dan implementasi kebijakan, seperti kerangka pemeringkat, kurikulum, silabus, kualifikasi pendidik dan peserta didik, pendekatan dan metode pembelajaran, bahan ajar, media pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.
Komponen-komponen tersebut kemudian disandingkan dengan kerangka Common European Framework Reference (CEFR) dan The American Council on the Teaching of Foreign Languages (ACTFL).

Menariknya, lanjut dia, meski terjadi pertentangan kebijakan, namun dalam kerangka pemeringkat masih dijumpai persamaan, khususnya kompetensi yang hendak dicapai. Hanya saja, kebijakan yang baik mesti dimulai dari bottom-up (people with interest: kebutuhan peserta didik, pendidik, dan lingkungan sekitar). Sayangnya, karena sifatnya yang kompromistik, kebutuhan kedua pihak disebutkan tadi tidak dipertimbangkan oleh people with power dan people with influence.

Akibatnya, materi dan tema yang diajarkan tidak sesuai kebutuhan peserta didik. Hal ini dapat dipahami karena MaLFI dan Pubah Unram berbasis pada rekonstruksionisme sosial dan Kantor Bahasa NTB berbasis pada rasionalisme akademik, yakni penanaman nilai kebangsaan.

Setelah itu, para penguji memberikan saran dan pertanyaan. Setelah mampu mempertahankan hasil penelitian, Juanda akhirnya dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Juanda merupakan lulusan doktor angkatan pertama pada Program Studi Ilmu Pendidikan Bahasa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNY. Sebelumnya, Prodi Ilmu Pendidikan Bahasa berada di bawah program pascasarjana sebelum diintegrasikan ke fakultas.

Profil Juanda

Nama, Juanda, S.S., M.Pd. Tempat dan Tanggal Lahir, Boal (Sumbawa), 17 Maret 1984

Pendidikan

SDN Boal Empang (1992-1998). MTs dan MA Ponpes Daarul Muttaqiin Jotang, Empang (1998-2004). S1 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (2005-2009). S2 Universitas Muhammadiyah Makassar (2009-2011). S3 Ilmu Pendidikan Bahasa Universitas Negeri Yogyakarta (2021).

Pengalaman

Dosen UIN Alauddin Makassar (2009-2011). Magang di Universitas Muhammadiyah Makassar (2010). Dosen STKIP Hamzanwadi (2012). Dosen Universitas Samawa (Unsa) (2012-sekarang)
Kaprodi Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia Unsa (2016-2020). Lembaga Bahasa dan Hubungan Internasional Unsa (2021-sekarang)
Reviewer jurnal nasional dan internasional
Tenaga Ahli PMI Dea Malela (2015-2017)

Award

Beasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (2005-2009). Beasiswa Bank Indonesia (2006-2008). Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (2015-2018). Beasiswa Platinum PTNNT (2017). Beasiswa Pemda Kab. Sumbawa (2018-2019). Beasiswa Stimulan Unggulan NTB (2021)
Pemakalah di konferensi internasional dan nasional. Penulis dan penyunting buku.

Keluarga

Juanda adalah anak dari pasangan Manjawakang dan Patma. Istrinya bernama Fita Sukiyani, S.H., S.Pd.SD., M.Pd. Anaknya bernama Daanish Lyotard Malik dan Nash Al Farabi Malik. (*)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...