Lagi, Seorang Warga di Rite Digigit Anjing Gila

Bagikan berita

Samotamedia.com – Anjing gila kembali memakan korban. Kali ini menimpa Arni (62) warga Dusun Keli Desa Rite Kecamatan Ambalawi. Ia digigit anjing pada Jum’at (26/6/2020) sekitar pukul 08.15 Wita.

Akibatnya, korban mengalami luka di bagian kaki sehingga harus dilarikan ke Puskesmas Ambalawi untuk mendapatkan penanganan medis.

Ade Prasetiawan, warga setempat yang melihat kejadian itu mengungkapkan kronologis kejadian. Saat itu, kata dia. korban sedang membersihkan sampah di sekitar gubuknya di ladang. Tiba-tiba datang seekor anjing lalu menyerangnya.

“Mendengar teriak korban kami langsung lari dan mendatanginya. Ternyata korban telah mengalami luka di bagian kaki dan kami larikan ke Puskesmas,” tutur pria yang juga anggota BPD itu kepada Samota Media.

Selaku BPD, Ade akan melaporkan kejadian itu ke Pemerintah Desa Rite. Agar dikoordinasikan dengan pemerintah kecamatan. Dengan harapan, Dinas Peternakan Kabupaten Bisa memberikan solusi akan masalah tersebut.

Baca juga:  Peneliti Unram Paparkan Skenario Pengendalian Covid-19 di NTB

Camat Ambalawi, Ishaka Hasan, SH saat dikonfirmasi mengaku perihatin atas kejadian yang menimpa warga Desa Rite itu. Padahal, kata dia, masalah anjing gula ini sudah ditangani oleh UPT Peternakan Ambalawi beberapa minggu yang lalu.

”Saya akan koordinasi kembali dengan Dinas Peternakan Kabupaten Bima untuk melakukan evaluasi bersama pemerintah Desa Rite,” ujar Camat.

Camat menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada. Sembari menunggu upaya pemerintah dalam menangani maraknya anjing rabies.

Sebagaimana diberitakan Samota Media sebelumnya, kasus rabies di Kecamatan Ambalawi dan Wera Kabupaten Bima meningkat.

Kapolsek Ambalawi, Ipda Ruslan mengungkapkan, sejak bulan Mei hingga awal Juni laporan warga yang diduga tergigit anjing gila itu meningkat.

Berdasarkan data Polsek Ambalawi, tujuh kasus anjing rabies terjadi di Desa Kole, tiga di Rite, dua Nipa dan masing – masing satu kasus di Desa Tolowata dan Talapiti.

Kapolsek menambahkan, di kecamatan Wera pun baru – baru ini terdapat sembilan kasus. Yakni tujuh orang warga Desa Bala dan dua orang warga Desa Tawali.

Baca juga:  TERKINI: Bertambah 38, Positif Corona NTB Tembus 153 Kasus, Labuhan Jambu 1 Positif

Oleh karenanya, Kapolsek meminta kepada pemerintah agar serius menangani persoalan ini. ”Dinas Peternakan harus mengindahkan informasi yang disampaikan oleh Puskesmas Ambalawi,” tegas Kapolsek belum lama ini.

Kepala Puskesmas Ambalawi, Siti Sarfiah, AMd, Keb mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan laporan kasus anjing rabies ke Dinas Peternakan Kabupaten Bima. ”Setiap ada kasus saya selalu sampaikan ke Dinas peternakan melalui via whatsapp,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala UPT peternakan Ambalawi, Burhan, S.Pt, menjelaskan bahwa pihaknya telah melaporkan ke Dinas peternakan, dan sudah melakukan vaksinasi terhadap anjing yang ada di Ambalawi.

”Kami sudah laporkan ke di Dinas Peternakan, dan kami akan melakukan vaksinasi ulang, karena kemungkinan anjing yang menggigit warga itu adalah anjing yang belum kami vaksin,” jelasnya. (Cr-Dir)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...