Lombok Tengah Jalur Lintasan Narkoba

Bagikan berita

LOMBOK TENGAH – Kapolres Lombok Tengah (Loteng), AKBP Esty Setyo Nugroho mengatakan, Kabupaten Loteng saat ini sangat rawan peredaran narkoba. Bahkan menjadi sasaran peredaran barang haram tersebut.

Hal itu terjadi karena Loteng memiliki Bandara Internasional, maupun pelabuhan nantinya. Sehingga sangat mudah dimasuki oleh pelaku jaringan narkoba.

”Loteng saat ini hanya sebagai lintasan peredaran saja. Belum ada narkoba dalam skala besar yang ditemukan dari tersangka pengedar yang ditangkap selama ini,” kata Kapolres saat jumpa pers, kemarin.

Namun, mirisnya kebanyakan pelaku yang ditangkap adalah kalangan anak muda. Baik sebagai pengedar maupun pemakai. Bahkan ada juga kalangan pelajar.

”Makanya kita harus melakukan mulai pencegahan bersama. Masyarakat harus terus membantu aparat dalam melakukan penindakan. Jangan sampai peredaran barang haram ini terus menghantui generasi muda kita,” terangnya.

Baca juga:  Perempuan di Balik Pandemi Covid-19

Ia mengaku, barang bukti narkoba jenis sabu yang berhasil diamankan satu tahun ini, sebanyak 652,76 gram dan ekstasi sebanyak 4 butir. Kemudian, dengan jumlah tersangka 44 orang.

”BB ini kita sudah musnahkan setiap perkara yang sudah naik. Hal itu dilakukan guna mencegah hal –hal tidak diinginkan terjadi,” katanya.

Ia berharap kepada semua pihak, baik tokoh agama, tokoh masyarakat maupun kalangan pemuda agar bersama –sama melakukan pencegahan pada peredaran barang haram ini.

”Untuk mengatasinya tidak bisa kepolisian saja yang bekerja. Masyarakat juga harus membantu kepolisian,” ucapnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Loteng, IPTU Hizkia Siagian menyatakan, pihaknya menyatakan perang terhadap para pengedar narkoba.

Baca juga:  Gerak Cepat, PMI Sumbawa Bantu Korban Kebakaran Talwa

Hal itu karena tren peredaran narkoba di wilayah Lombok Tengah setiap tahunnya memang cenderung meningkat. Apalagi dari data pengungkapan tersebut tentu terlihat jelas ada kenaikan yang signifikan.

”Kita terus melakukan pencegahan dengan sosialisasi bahaya narkoba ke sekolah-sekolah, kelompok pemuda serta melakukan pemutusan mata rantai penyebaran narkoba tersebut dengan menangkap para pelaku,” ucapnya. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...