Meriahkan Hari Pramuka Ke-59, Ragam Kegiatan Digelar

Bagikan berita

SUMBAWA,Samotamedia.com – Berbagai kegiatan dan lomba digelar dalam rangka memeriahkan hari Pramuka Ke-59. Mulai dari anjang sana, donor darah, upacara ulang janji, upacara peringatan, gerakan aksi saka Kalpataru dan Online Scout Competition (OSC).

Anjang sana digelar 13, 16 dan 17 Agustus. Upacara ulang janji yang dipusatkan di taman makam pahlawan 13 Agustus. Upacara peringatan hari pramuka 14 Agustus, gerakan aksi saka Kalpataru meliputi pembuatan lubang biopori 14 Agustus dan bersih lingkungan seputar kota 15 Agustus.

”Donor darah yang semula dijadwalkan pada 15 Agustus diundur setelah 17 Agustus,” kata Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Sumbawa, Sandi, S.Pd.,MM, Sabtu (14/8/2020) sore.

Sedangkan kegiatan OSC digelar dari 16-31 Agustus mendatang. Pada OSC kali ini melombakan tiga mata lomba. Lomba poster, lomba esai dan lomba video edukasi.

Baca juga:  UPDATE 11 Mei: Positif Corona, Bayi 5 Bulan Meninggal Dunia

OSC 2020 diikuti pelajar jenjang SMP dan SMA. Sesuai data panitia, ada 6 SMP ikut berpartisipasi. Meliputi lomba video edukasi 5 tim, esai 8 tim dan poster 5 tim. Sedangkan untuk jenjang SMA diikuti 18 sekolah. Meliputi lomba video edukasi 20 tim, esai 28 tim dan poster 26 tim.

Ada pun tekhnis kegiatan, setiap karya dikirim ke email DKC Sumbawa untuk selanjutnya dinilai dewan juri. Dewan juri terdiri dari para profesional. Meliputi dosen sejumlah perguruan tinggi hingga media massa.

”Batas akhir pengumpulkan karya, untuk lomba poster 22 Agustus, lomba esai 24 Agustus dan lomba video edukasi 26 Agustus,” terang pria yang juga menjabat Kepala MTsN 1 Sumbawa ini.

Baca juga:  Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan Terkubur Hebohkan Warga Taliwang

Keterlibatan profesional dalam tim penilai dinilai Sandi sangat penting. Guna menghindari kecurangan. Tak sampai di situ, panitia juga menerapkan sistem kode dalam sistem penilaian. Sehingga para dewan juri pun tidak akan mengetahui tim asal sekolah mana pemilik dari setiap karya.

”Sering setiap menggelar kegiatan selalu ribut. Muncul protes karena ada yang tidak percaya kepada panitia. Sehingga tim penilai diserahkan kepada orang profesional,” tutur Sandi pada rapat dewan juri bersama panitia.

Mengingat setiap rangakaian kegiatan dilaksanakan dalam suasana pandemi, pelaksanaannya pun tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Ia berharap, kegiatan lancar hingga akhir. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...