Moyo Hulu Siap Deklarasi 5 Pilar STBM

Bagikan berita

SUMBAWA, Samotamedia.com – Kecamatan Moyo Hulu siap dideklarasikan sebagai kecamatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Hal ini berdasarkan hasil verifikasi 5 pilar STBM di empat desa perwakilan pada Kamis (9/12/2021).

Keempat desa meliputi Desa Batu Bulan, Desa Batu Tering, Desa Brang Rea dan Desa Sebasang.

Ketua tim verifikasi kabupaten, Lili Mutmainnah mengungkapkan, pemenuhan 5 pilar STBM di empat desa tersebut telah mencapai standar. Sehingga Kecamatan Moyo Hulu siap untuk dideklarasikan sebagai kecamatan STBM.

Lima pilar STBM meliputi stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum/makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

”Jadi saya dapat ambil kesimpulan di sini, bahwa Kecamatan Moyo Hulu layak untuk bisa dideklarasikan sebagai kecamatan yang bersanitasi total berbasis masyarakat,” kata Lili.

Baca juga:  1.299 Cluster Gowa Dirapid Tes, 354 Orang Hasilnya Reaktif

Namun demikian, ada beberapa catatan yang diberikan kepada setiap desa. Salah satu terkait dengan penanganan limbah cair rumah tangga. Menurutnya, rata-rata desa belum sepenuhnya menangani limbah cair rumah tangga dengan baik.

”Untuk pilar ke 5, penanganan limbah cair rumah tangga. Rata-rata dari ke 4 desa, untuk limbah cair rumah tangganya itu dialirkan ke badan air. Namun di situ tetap airnya mengalir, tidak ada menimbulkan genangan. Saran kami di sini agar bisa dibuat semacam resapan,” ujarnya.

Camat Moyo Hulu, Ulumuddin mengaku senang lantaran Moyo Hulu dinyatakan layak menjadi kecamatan STBM. Segala kekurangan akan menjadi bahan evaluasi dan dilakukan pembenahan.

Menurutnya, hasil yang telah dicapai itu tidak terlepas dari usaha bersama kecamatan dan desa dalam membangun kebiasaan masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Baca juga:  Danrem 162/WB: Covid-19 Musuh Bersama

“Syukur alhamdulillah. Apa yang dilakukan pada hari ini membuahkan hasil. Ini berkat semua yang menjadi catatan-catatan kami waktu di tingkat desa ada verifikasi itu sehingga diperbaiki,” katanya.

Ke depan, pihaknya akan lebih intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan melibatkan pemerintah desa dan kader kesehatan di desa.

”Ini tentunya menjadi bahan edukasi kita, terutama kalo saya melihat ini, melalui pemerintah desa kita melalui kader posyandu, ya kita inilah selalu secara terus menerus edukasi masyarakat,” tandasnya. (Cr-Ham)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...