Padahal hanya Selfi, Pasangan Muda-Mudi Dituduh Mesum Lalu Diperas

Bagikan berita

Samotamedia.com – Bangun (30) warga Dusun Songgong Desa Sukadana Kecamatan Pujut ini harus berurusan dengan Polisi.

Ia diduga telah melakukan pemerasan terhadap para muda-mudi yang sedang menikmati liburan di Kawasan Bukit Meresek Desa setempat.

Pelaku diamankan pada Kamis (23/7) sekitar Pukul 12.20 Wita. Yang bersangkutan diamankan oleh kepolisian setelah mendapatkan informasi bahwa pelaku melakukan pemerasan terhadap para muda mudi yang ada di bukit tersebut.

Pelaku melancarkan aksinya dengan modus mengambil barang milik korban karena korban dianggap berbuat zina.

Kapolsek Kuta, Iptu M Fijri menegaskan penangkapan pelaku bermula dari informasi yang didapatkan dari masyarakat dan korban. Bahwa pelaku ini diduga kuat melakukan pemerasan terhadap para pengunjung yang sedang pacaran.

Baca juga:  Polres Sumbawa Sita 100 Liter Miras Oplosan

Pelaku memalak korbannya dengan alasan korbannya sudah melakukan asusila, padahal korban hanya berpoto selfi dengan kekasihnya.

”Jadi benar kita amankan pelaku pemerasan dan dari informasi yang beredar bahwa pelaku sering melakukan pemerasan terhadap pasangan pemuda pemudi yang sedang berduaan diatas bukit, dengan tuduhan telah melakukan perbuatan asusila. Padahal para korban hanya sedang berfoto-foto selfi, kemudian pelaku mengambil paksa Handpone dan uang korban sambil mengancam,” ungkap Kapolsek Kuta, Iptu M Fijri, kamis kemarin (23/7).

Fijri menegaskan, bahwa apa yang dilakukan oleh pelaku ini memang sangat mencoreng dunia pariwisata yang ada di Lombok Tengah.

Pasalnya di tengah semangat Pemda untuk membangun sektor pariwisata, maka seharusnya aksi semacam ini tidak terjadi. Sebab masyarakat seharusnya diberikan pelayanan yang baik agar mereka merasa aman dan nyaman untuk berkunjung ke daerah itu.

Baca juga:  Berhasil Kabur, Emak-emak Bandar Sabu Ditetapkan DPO

”Kita akan melakukan pengembangan, karena kita menduga bahwa pelaku ini sering melancarkan aksi pemerasan terhadap wisatawan terutama pasangan muda- mudi. Hal ini tidak boleh dibiarkan, karena ini akan merusak citra baik destinasi wisata kita. Orang akan takut untuk datang jika aksi kriminalitas masih terjadi,” terangnya. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...