PDAM Sosialisasi Tarif, Warga: Beresin Dulu Sarananya

Bagikan berita

BIMA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bima melakukan sosialisasi terkait dengan rencana pemberlakuan tarif penggunaan air di Kecamatan Ambalawi, Kamis (14/1/2021).

Sosialisasi yang digelar di aula kantor camat dihadiri oleh unsur pemerintah camat dan desa serta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tiga desa yang menjadi sasaran penyaluran air bersih.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Kabupaten Bima, H. Hairuddin,ST.MT menyampaikan sosialisasinya bahwa akan diberlakukan tarif atas penggunaan air bersih yang bersumber dari Dam Talapiti itu.

“Kami telah diberikan kewenangan oleh pemerintah daerah sejak 2019 untuk mengelola air bersih yang ada di Ambalawi ini, kami akan melakukan tarif terhadap setiap pengguna air,” katanya.

Hairuddin mengatakan bahwa selama dua tahun PDAM memiliki banyak tunggakan terhadap pemerintah daerah terkait dengan pengelolaan air bersih.

”Itu sebabnya kami minta kerja samanya masyarakat tiga desa di Kecamatan Ambalawi agar menerima dengan baik kehadiran kami,” ujarnya.

Baca juga:  Tidak Pakai Masker Dihukum Push Up hingga Hormat Bendera

Usai penyampaian sosialisasi oleh Dirut PDAM, diberikan kesempatan kepada undangan yang hadir untuk menyampaikan masukan dan tanggapannya.

Ketua BPD Tolowata, Afdal, S.Pd mengeluhkan kondisi riil penyaluran air di wilayah Desa Tolowata bahwa pemasangan pipa dan meteran belum maksimal untuk digunakan.

“Mohon dicek dulu kenyataannya di lapangan pak, sebelum diberlakukan tarif,” tandasnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Syarif Rahman pemuda Tolowata, bahwa dia tidak sepakat PDAM langsung memberlakukan tarif terhadap penggunaan air bersih, sementara sarana yang dibangun belum maksimal untuk bisa digunakan.

”Pembangunan saluran air bersih belum beres, sebaiknya dicek dulu semuanya dan diperbaiki dulu baru diberlakukan tarif,” timpalnya.

”’Kemudian yang kami pertanyakan juga terkait pembangunan saluran air bersih ini dengan anggaran yang sangat fantastis, yakni tiga tahap. Tahap Pertama dengan anggaran 6.8 Milyar, kedua 9.9 Milyar dan 1.5 Milyar, kenapa tidak maksimal pembangunannya pak ?” tambah aktivis PMII Bima itu.

Baca juga:  Operasi Jaran Rinjani, Upaya Polres Sumbawa Berantas Penjahat

Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Ambalawi, Ilham, SKM menerangkan bahwa air bersih sangat dibutuhkan oleh masyarakat Ambalawi. Terutama masyarakat pesisir di Desa Nipa yang kesulitan bor air sendiri, dan juga sebagian wilayah Desa Tolowata yang pemukimannya di lereng bukit.

“Oleh sebab itu marilah kita sambut baik kehadiran PDAM sebagai solusi atas kesulitan masyarakat Ambalawi, nanti kami sebagai pemerintah juga akan berupaya membantu memperbaiki apa saja yang menjadi kendala di lapangan. Sebab kehadiran PDAM juga biar ada yang merawat dan mengelola aset yang sudah dibangun ini,” jelasnya. (Dir)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...