Peduli Batu Rotok, MKKS SMK Kabupaten Sumbawa Donasikan Rp40 Juta

Bagikan berita

SUMBAWA – Donasi untuk korban kebakaran di Desa Batu Rotok terus mengalir. Kali ini donasi datang dari Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Sumbawa sebesar Rp40 juta.

Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua MKKS SMK Kabupaten Sumbawa, Jayadi, S.Pd., M.Pd kepada tim Relawan Cepat Sumbawa (RCS), Rabu (13/1).

Ketua MKKS SMK Kabupaten Sumbawa, Jayadi, S.Pd.,M.Pd mengungkapkan, bantuan bersumber dari sumbangan kepala SMK Se-Nusa Tenggara Barat (NTB).

”Uang dengan besar 40 juta. Kami serahkan ke Relawan Cepat Sumbawa hari Rabu, 13 Januari kemarin,” kata Kepala SMK Negeri Lopok ini, Kamis (14/1).

Disamping donasi korban kebakaran Batu Rotok, MKKS SMK di Sumbawa juga menyalurkan bantuan serupa untuk korban kebakaran di Pulau Moyo. Berupa uang Rp1 juta, pakaian layak pakai, beras dan logistik lainnya.

Baca juga:  Pohon Besar Tumbang Tutupi Badan Jalan

”Kami juga salurkan bantuan untuk korban puting beliung di Alas,” imbuhnya.

Jayadi berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban warga terdampak. ”Dengan bantuan itu bisa meringankan beban warga, khususnya korban di Batu Rotok. Untuk membangun apa saja yang bisa menguatkan mereka, bisa menjalani hidup normal kembali,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Relawan Cepat Sumbawa (RCS) Adrian Yunior membenarkan adanya bantuan dari MKKS SMK Kabupaten Sumbawa. Dengan tambahan Rp40 juta maka total donasi yang terkumpul mencapai Rp 67 juta.

”Total 67 juta termasuk dengan yang kemarin (Donasi dari MKKS SMK),” terang Adrian didampingi bendahara RCS, Abdul Asiz.

Untuk diketahui, donasi untuk korban kebakaran di Batu Rotok dibuka dua kali. Pertama donasi pembangunan rumah korban, yang kedua pembangunan WC.

Baca juga:  Giliran Judi Sabung Ayam di Brang Bara Digerebek Polisi

Menurutnya, sebanyak 75 unit WC yang dibangun. Terdiri dari 72 unit WC di setiap rumah dan 3 WC umum. Dari dana awal yang telah terkumpul, hanya cukup untuk 2 sak semen dan satu kloset untuk setiap unitnya.

Mengingat adanya penambahan dana, lanjutnya, material setiap unitnya diputuskan untuk ditambah. Seperti penambahan paralon, besi dan sebagainya.

”WC sudah selesai dan donasi WC kita tutup. Tapi donasi tetap dibuka karena masih ada penanganan lain. Seperti instalasi listrik dan penerangan,” pungkasnya. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...